Jelang Penyampaian Hasil RDG BI, Rupiah Menguat Tipis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Rabu (19/11/2025). Rupiah menguat 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp 16.749 per US$.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bertahan terhadap indeks dolar AS atau DXY yang menguat ke 99,6.
Selain rupiah, yen Jepang juga menguat. Yen menguat 0,11% terhadap dolar AS. Rupee India juga terpantau terapresiasi terhadap dolar AS sebesar 0,03%. Ringgit Malaysia, yang dalam beberapa hari terakhir terdepresiasi, mengalami penguatan sebesar 0,29% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, dolar AS masih menguat terhadap terhadap poundsterling Britania Raya sebesar 0,04%. Dolar AS menguat sebesar 0,04% terhadap dolar Singapura.
Baca Juga
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andri Asmoro menjelaskan investor mulai melakukan reposisi menjelang rilis data makro yang sebelumnya tertunda akibat shutdown pemerintah AS. Investor semakin berhati-hati terhadap potensi penguatan data tenaga kerja yang memperkecil peluang pelonggaran kebijakan the Fed.
Data terbaru menunjukkan kondisi yang beragam, klaim pengangguran awal tercatat 232.000, klaim lanjutan kemudian naik 1,95 juta, tertinggi sejak Agustus 2025.
Investor juga akan mencermati komunikasi dari the Fed. Beberapa pidato serta rilis risalah rapat FOMC terbaru yang diperkirakan memberikan petunjuk tambahan terkait kebijakan dari bank sentral.
Dari dalam negeri, pelaku pasar sangat menantikan hasil RDG BI di mana suku bunga, BI Rate, diperkirakan akan tetap dipertahankan di 4,75%. Sejalan dengan sikap hati-hati bank sentral di tengah kondisi global yang bergejolak.

