Pemerintah Bertekad Tingkatkan Porsi Investasi di Atas 30% PDB demi Dongkrak Pertumbuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia agar lebih besar dari 30%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 kontribusi investasi terhadap struktur pembentuk PDB Indonesia baru mencapai sekitar 30%, jauh di bawah konsumsi rumah tangga yang mendominasi hingga 54%.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menilai peningkatan porsi investasi menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap peran investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dapat tumbuh lebih besar sehingga tidak hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama.
“Selama ini kan ekonomi kita didorong banyak di-support oleh konsumsi. Nah kita ingin tadi anda sebutkan 30% itu harusnya akan meningkat dengan peran dari investasi yang akan semakin tinggi,” ujar Febrio dalam acara Investortrust Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga
Sektor Manufaktur Harus Jadi "Jenderal" Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, Febrio menjelaskan bahwa investor di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor swasta. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah bertekad memperkuat peran investasi negara melalui optimalisasi badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
“Yang mulai agak berbeda dengan kepemimpinan Pak Prabowo adalah beliau ingin melihat BUMN kita sangat-sangat optimal. Makanya dibentuklah Danantara untuk kemudian menjadi holding, dan kapasitas dari Danantara itu diharapkan dua kali lipat dibandingkan sebelumnya dan bahkan bisa lebih,” ungkap Febrio.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi jangka menengah hingga panjang. Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada tahun 2025.
“Nah tapi tentunya investasi yang menghasilkan value added lebih tinggi, dan juga tidak lupa harus juga investasi untuk menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.
Dengan sinergi antara sektor swasta, BUMN, dan lembaga investasi pemerintah, Kemenkeu optimistis porsi investasi dalam PDB dapat melampaui 30% dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

