Inflasi Diperkirakan Tetap 'Ringan' pada Oktober 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Inflasi diperkirakan tetap ringan pada Oktober 2025. Proyeksi ini jelang pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi besok, Senin (3/11/2025).
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan inflasi utama Indonesia naik tipis sebesar 0,02% secara bulanan pada Oktober 2025. Inflasi utama tetap terkendali, didukung stabilnya harga barang dan jasa yang diatur pemerintah serta koreksi musiman harga pangan.
Andry memperkirakan komponen harga bergejolak diperkirakan mencatat deflasi ringan sebesar -0,3% secara bulanan. Ini sejalan dengan tren musiman selama musim panen pada kuartal III-2025.
Harga pangan yang menopang deflasi di antaranya, beras yang turun -0,8% secara bulanan, bawang mewah -7,6% secara bulanan, dan cabai rawit -6,2% secara bulanan.
Inflasi inti diperkirakan meningkat tipis didorong kenaikan harga emas, sebagaimana tercermin dalam Mandiri Spending Index (MSI) yang naik 1,2% secara bulanan pada Oktober 2025.
Baca Juga
Inflasi Harga Pangan Tembus 6,44% Secara Tahunan, Salah Satunya Akibat Percepatan MBG
Sementara itu, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman menjelaskan Oktober 2025 diperkirakan terjadi deflasi ringan karena penurunan harga pangan dan diskon tarif penerbangan.
Inflasi untuk Oktober 2025, diperkirkan mencatat deflasi ringan sebesar 0,05% secara bulanan, berbalik arah dari inflasi 0,21% secara bulanan pada September 2025.
Faisal melihat Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan harga pada cabai rawit, bawang merah, dan beras.
Pengumuman pemerintah mengenai diskon tarif tiket penerbangan sebesar 12%-14% untuk tiket dibeli pada periode 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026. Ini sebagai antisipasi meningkatnya permintaan perjalanan selama libur akhir tahun.
Baca Juga
Secara tahunan, inflasi utama diperkirakan masih dalam kisaran target. Risiko utama peningkatan inflasi yaitu dampak kebijakan fiskal dan moneter yang sama-sama ekspansif.
Inflasi dari peningkatan likuiditas ini diperkirakan sekitar 0,3% hingga 0,5% poin persentase.
“Kami mempertahankan proyeksi inflasi utama di sekitar 2,33% pada akhir 2025, meningkat dari 1,57% pada akhir 2024,” kata Faisal.
Sementara itu, menurut Andry, inflasi berada di level 2,6% secara tahunan pada Oktober 2025,. Sedikit turun dibandingkan September 2025, yang sebesar 2,65%.
“Inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 2,2% secara tahunan, mencerminkan stabilnya aktivitas permintaan domestik dan kenaikan harga emas selama Oktober 2025,” kata Andry.

