Dipakai Purbaya Suntik Himbara, Uang Prabowo Sisa Rp 238,9 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan posisi uang pemerintah yang tersisa di rekening Bank Indonesia (BI). Posisi uang pemerintah yang tersisa tersebut telah dikurangi penempatan dana ke himpunan bank milik negara (himbara) sebanyak Rp 200 triliun.
Dari paparan yang disajikan, hingga September 2025, uang pemerintah di Bank Indonesia tersisa Rp 238,9 triliun. Uang ini turun dari posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp 450,5 triliun.
“Kalau selama ini ada yang bilang nggak punya duit, tuh duitnya numpuk,” kata Purbaya, Purbaya, di Metro TV News, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Berdasarkan data yang ia paparkan, uang pemerintah ditempatkan dia dua rekening, rekening pemerintah di BI dan bank komersial. Uang pemerintah, secara total, pernah mencapai angka Rp 885 triliun pada Februari 2025. Tertinggi, uang pemerintah pernah menyentuh Rp 1.026,2 triliun pada Mei 2025.
“Cash, nganggur di sana. Yang saya lakukan adalah menyalurkan ke sistem perbankan,” ucap dia.
Baca Juga
Realisasi Penempatan Rp 200 T di Himbara di Atas 50%, Bank Mandiri Paling Tinggi 74%
Purbaya mengeklaim penempatan dana Rp 200 triliun telah dimanfaatkan oleh lima bank himbara yang ditunjuk. Hingga 30 September 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 40,6 triliun atau 74% dari total penempatan dana sebesar Rp 55 triliun. Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan Rp 33,9 triliun atau 69% dari total penempatan dana sebesar Rp 55 triliun.
Bank BNI telah menyalurkan Rp 27,6 triliun atau 50% dari penempatan dana sebesar Rp 55 triliun. BSI telah menyalurkan Rp 5,5 triliun atau 55% dari total penempatan Rp 10 triliun. Sementara itu, BTN telah menyalurkan Rp 4,8 triliun atau 19% dari total Rp 25 triliun.
Purbaya mengatakan gelontoran dana pemerintah ini sudah mulai berdampak terhadap perkembangan M0 atau uang dasar. Hingga September 2025, M0 telah bergerak dari 0% menuju ke 13,2%.
“Gelontoran uang saya sudah menambah likuiditas di sistem finansial kita secara signifikan. Saya akan monitor itu dari bulan ke bulan,” ucap dia.
Purbaya mengklaim akan menambah penempatan dana untuk menumbuhkan kredit. Dia menyontohkan pertumbuhan kredit di Bank Mandiri yang tumbuh dari 8% menuju 11% pascapenempatan dana tersebut.
“Kita dorong terus nanti biar tumbuhnya makin cepat. Nggak maksa, tapi dengan memberi sistem uang di perbankan sehingga banknya terpaksa menyalurkan kredit,” kata dia.

