Mentan Amran Prediksi Produksi Beras Tahun Ini Bakal Tembus 34 Juta Ton, Naik 4 Juta Ton
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan, produksi beras nasional terus mengalami peningkatan. Hingga hari ini, produksi beras Indonesia telah mencapai 33,1 juta ton. Mentan memprediksi produksi beras menembus angka 34 juta ton pada akhir 2025 nanti.
Hal itu disampaikan Amran seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
"Sampai dengan hari ini produksi kita hari ini 33,1 juta ton sesuai BPS. Januari sampai dengan November. Perkiraan produksi itu 34 juta ton di akhir tahun," kata Amran saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden.
Baca Juga
Penuhi Target Prabowo, Mentan Amran Umumkan Indonesia Swasembada Beras
Amran mengatakan, angka produksi beras tahun ini melonjak sebanyak 4 juta ton dibanding tahun lalu. Pada 2024, produksi beras Indonesia mencapai 30.621.249.
"Alhamdulillah sekarang sudah 33,1 juta ton dan bulan depan insyaallah akhir tahun nanti 34 juta ton. Ini kabar baik untuk petani Indonesia. Jadi ada peningkatan 4 juta ton," katanya.
Jumlah produksi beras nasional itu juga melampaui target yang telah ditetapkan. Dikatakan, Komisi IV DPR dan Kementerian Keuangan menargetkan produksi beras mencapai 32 juta ton.
Bahkan, kata Amran, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebut kenaikan jumlah produksi beras Indonesia merupakan nomor dua terbesar di dunia setelah Brasil. Dengan jumlah produksi saat ini, Amran menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Jika tidak ada aral melintang, terutama cuaca ekstrem, Indonesia tidak akan impor beras lagi.
Baca Juga
"Alhamdulillah hari ini, mudah-mudahan tidak ada aral melintang, dua bulan ke depan kurang lebih tiga bulan insyaallah Indonesia tidak impor lagi. Mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem, kita swasembada," katanya.
Dengan demikian, Amran telah memenuhi target yang ditetapkan Presiden Prabowo. Saat melantik Amran pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo menargetkan Indonesia swasembada pangan dalam 4 tahun. Target itu berubah pada 21 hari masa pemerintahan menjadi 3 tahun. Target itu berubah kembali setelah 45 hari masa pemerintahan menjadi 1 tahun.

