JISDOR: Rupiah Menembus Rp 16.752 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat kondisi rupiah yang berakhir dengan terperosok ke level Rp 16.752 per US$.
Rupiah mengalami pelemahan -70 poin atau terdepresiasi -0,43% dibandingkan Rabu (24/9/2025) yang sebesar Rp 16.680 per US$.
Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan rupiah mengalami tekanan. Intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing, khususnya Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
“BI memang menghadapi tantangan serius dari para spekulan. Secara sederhana, NDF dan DNDF adalah pasar derivatif di mana orang-orang bisa bertaruh pada pergerakan nilai tukar rupiah tanpa benar-benar memiliki rupiah,” kata Sutopo, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga
Sutopo mengatakan spekulasi ini sering kali memicu volatilitas yang tidak mencerminkan kondisi perekonomian riil di Indonesia. Ketika spekulan memperkirakan rupiah akan melemah, mereka menekan rupiah di pasar NDF.
“Tekanan ini kemudian menular ke pasar domestik, memaksa BI untuk melakukan intervensi dengan menjual dolar dari cadangan devisanya,” ujar dia.
Menurut Sutopo, kondisi BI seperti berhadapan dengan lawan yang tak terlihat. “Semakin banyak spekulasi, semakin banyak pula cadangan devisa yang harus dikeluarkan BI untuk menjaga stabilitas rupiah,” jelas dia.
Untuk mengatasinya, BI berupaya memperdalam pasar keuangan domestik. Tujuannya adalah agar transaksi valuta asing lebih banyak terjadi di dalam negeri, di bawah pengawasan BI.
“Dengan demikian, pengaruh spekulasi pasar luar negeri bisa diminimalkan,” ucap dia.

