Program Prioritas Pemerintah Bisa Jadi Katalis Roda Perekonomian, Asalkan..
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Program prioritas pemerintah akan menjadi katalis bagi roda perekonomian, meski bersifat populis, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 juta rumah, dan lainnya.
Hal itu diungkap Chief Equity Investment Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Samuel Kesuma dalam ulasan pasar saham ‘Seeking Alpha Edisi September 2025’ dengan tema Menakar Faktor-Faktor Penopang Pasar Saham.
Baca Juga
Stimulus Ekonomi 2025 Prioritaskan Ojol dan Pekerja Lepas, Ini Bentuk Perlindungannya
“Program prioritas pemerintah sebenarnya berpotensi jadi katalis bagi roda perekonomian, asalkan tepat sasaran, efisien, dan implementasinya berjalan baik,” tegas Samuel, dikutip pada Rabu (17/9/2025).
Meski begitu, Manulife Aset Manajemen menilai bahwa data indikator pertumbuhan ekonomi terkini belum menunjukkan sinyal pemulihan. Indeks keyakinan konsumen menunjukkan turunnya optimisme konsumen di semua segmen masyarakat ke level terendah sejak periode pandemi 2020-2021,
“Demikian juga indikator lainnya seperti penjualan mobil, penjualan ritel, dan pertumbuhan kredit yang menggambarkan arus likuiditas ke perekonomian,” imbuh Samuel.
Begitu juga dengan outlook pertumbuhan ekonomi semester II-2025 diprediksi tetap lemah sebanyak 4,8% atau berada di bawah kuartal II-2025 sebanyak 5,12%. Belum lagi, instabilitas yang terjadi akhir-akhir ini dinilai dapat semakin mengganggu aktivitas ekonomi.
Baca Juga
Sisi baiknya, Samuel menyebutkan, pemerintah dan BI terlihat sangat menyadari potensi pelemahan yang terjadi. Alhasil pemangku kepentingan terlihat terus berupaya mengangkat kondisi ekonomi ke depan, walaupun efektivitasnya masih harus terus dipantau.
“Di tengah kondisi dan tren yang telah saya jelaskan sebelumnya, kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang sangat pro pertumbuhan tentu diharapkan dapat menjadi katalis bagi ekonomi ke depannya,” sambung dia.
Terlepas dari potensi-potensi yang diharapkan tersebut, Seamuel menggarisbawahi beberapa hal yang melegakan ekonomi Indonesia dan momentum tersebut harus tetap dijaga:
|

