40 Sektor Pekerjaan Butuh Tenaga Terampil Pekerja Migran Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding untuk menyiapkan konsep pendidikan vokasi bagi pekerja migran.
Terdapat 40 sektor pekerjaan yang membutuhkan tenaga terampil di Indonesia.
“Untuk menyiapkan tenaga terampil yang dikirimkan sebagai pekerja di luar negeri,” kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga
Menteri P2MI dan Ketum Kadin Lepas 112 Pekerja Migran ke Luar Negeri
Dengan pendidikan vokasi yang terkonsep, Indonesia memiliki pekerja terampil yang dapat memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja di tingkat global. Selain itu, pendidikan vokasi diharapkan bisa menghasilkan tenaga kerja terampil di dalam negeri.
"Terdapat 40 sektor pekerjaan yang membutuhkan terampil di Indonesia," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, pemerintah berkomitmen menjadikan para pekerja migran sebagai penyumbang devisa. Pemerintah menargetkan pengiriman sebanyak 400.000 pekerja migran setiap tahun.
“Kalau (target) kami di Kementerian P2MI 400.000 setiap tahun," katanya seusai melepas secara simbolik 112 pekerja migran di RGE Lounge, Menara Kadin, Jakarta, Minggu (15/6/2025).
Baca Juga
Cak Imin-Abdul Kadir Karding Rapat Bahas Arahan Prabowo soal Pekerja Migran
Menurut Karding, sektor pekerja migran dapat menjadi alternatif percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan ia memperkirakan, apabila dapat mencapai target pengiriman 400.000 pekerja migran tahun ini, pemerintah bakal menerima devisa Rp 439 triliun.
"Kalau sekarang (penerimaan devisa) Rp 253,3 triliun, berarti akan naik," ungkapnya.

