Dapat Bea Masuk 0%, AS Siapkan Investasi Ini di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan sejumlah rencana investasi Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Sejumlah investasi ini merupakan rencana lama sebelum munculnya tarif resiprokal AS yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, April 2025.
“Amerika merupakan salah satu mitra utama ekspor kita, yaitu pangsa ekspor adalah 11,2%, kemudian untuk penanaman modal itu top lima tahun lalu sampai dengan US$ 3,7 miliar,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Airlangga menjelaskan AS juga berkomitmen untuk berinvestasi ke Indonesia. Terdapat lima perusahaan asal AS yang ingin menggelontorkan dananya ke Tanah Air.
Sebab, jika tarif resiprokal sebesar 32% diberlakukan, tidak ada perdagangan Indonesia-AS. Dengan kata lain, tarif tersebut akan terasa seperti embargo perdagangan bagi Indonesia.
Baca Juga
Tarif 19% Hasil Negosiasi Tingkat Tinggi Prabowo-Trump Membuat RI Unggul dari Tetangga
“Dan 1 juta pekerja di sektor padat karya bisa terkena dampaknya. Sementara, mencari pasar baru pengganti 11% itu tidak seperti membalikkan telapak tangan,” kata dia.
Pertama, ExxonMobil akan membangun fasilitas carbon capture storage (CSS) senilai US$ 10 miliar. Kedua, Oracle yang berencana membangun pusat data di Batam senilai US$ 6,5 miliar.
Ketiga, Microsoft akan membangun infrastruktur cloud dan AI senilai US$ 1,7 miliar selama beberapa tahun ke depan. Keempat, Amazon rencananya akan memperkuat pengembangan AI dan cloud di Indonesia senilai US$ 5 miliar.
“(Kelima) General Electric (GE), tahun ini, GE Healthcare membangun fasilitas produksi CT scanner pertama di Indonesia senilai Rp 178 miliar,” kata dia.
Airlangga mengatakan kebijakan investasi tersebut membuktikan kerja sama pemerintah dengan AS yaitu menjaga keseimbangan internal dan eksternal.
“Agar neraca perdagangan terjaga dan momentum ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja bisa terjamin,” ucap dia.
Selain lima perusahaan tersebut, sebanyak 12 perusahaan teknologi asal AS juga telah membangun dan mengoperasikan fasilitasnya di Indonesia. Berikut daftarnya,
1. Amazon Web Service (AWS) berupa infrastruktur fisik di Jawa Barat.
2. Microsoft berupa infrastruktur fisik di Jawa Barat.
3. Equinix berupa infrastruktur fisik dan juga tersedia untuk kolokasi di Jakarta.
4. EdgeConneX berupa infrastruktur fisik di Jawa Barat.
5. Oracle dalam perencaan dan kolokasi dengan DayOne di Batam.
6. Digital Reality kolokasi dengan Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA) di Jakarta.
7. Google Cloud kembangkan data center dengan Data Center Indonesia (DCI) di Jakarta.
8. WowRack berupa infrastruktur fisik di Jakarta dan Surabaya.
9. Akamai berupa infrastruktur fisik di Jakarta
10. CloudFare yang membangun infrastruktur fisik di Jakarta, Denpasar, dan Yogyakarta.
11. Anaplan Unlimited membangun infrastruktur fisik bekerja sama dengan AWS di Jakarta.

