IEU‑CEPA Rampung, Ekspor RI Bisa Naik 50% dan Visa ke Eropa Makin Gampang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono mengapresiasi tercapainya kesepakatan perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU‑CEPA).
Perjanjian ini diproyeksikan mampu mendorong lonjakan ekspor 50% Indonesia dalam beberapa tahun ke depan serta mempermudah mengakses visa ke Eropa.
Budisatrio menilai rampungnya pembahasan perjanjian ini menandai babak baru hubungan perdagangan dan diplomatik Indonesia dan Uni Eropa setelah hampir 1 dekade dan 19 ronde negosiasi.
Baca Juga
IEU-CEPA Rampung Jadi Titik Terang, Apindo: Industri Padat Karya Bersiap Tembus Pasar Eropa
"Kesepakatan IEU-CEPA mencerminkan komitmen Indonesia untuk membangun hubungan dagang yang setara, strategis, dan saling menguntungkan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, diplomasi ekonomi Indonesia terbukti dapat dikelola dengan prinsip kolaboratif dalam kerangka perdagangan yang bebas dan adil," kata Budisatrio dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
Fraksi Gerindra berpandangan bahwa IEU‑CEPA akan memperluas akses Indonesia ke pasar Uni Eropa yang berpenduduk lebih 450 juta jiwa, serta berpotensi meningkatkan nilai perdagangan yang selama mencapai US$ 30 miliar (Rp 480 triliun). Dengan penerapan tarif nol untuk sekitar 80% komoditas ekspor Indonesia, perjanjian ini diproyeksikan mampu mendorong lonjakan ekspor 50% dalam beberapa tahun ke depan.
"IEU-CEPA akan membuka peluang perdagangan dan investasi baru yang selama ini belum tersentuh, serta menjadi salah satu langkah untuk mendiversifikasi mitra perdagangan Indonesia. Bagi Indonesia, kesepakatan ini dapat memperkuat industri-industri bernilai tambah di dalam negeri yang berorientasi ekspor, membuka lapangan pekerjaan berkualitas, serta mendorong arus investasi di dalam negeri," ucapnya.
Budisatrio menyoroti aspek penguatan konektivitas antar-warga, khususnya melalui kebijakan visa cascade dari Uni Eropa yang akan mempermudah WNI memperoleh visa Schengen multi-entry. Menurutnya mobilitas manusia adalah bagian tak terpisahkan dari kemitraan strategis.
"Kemudahan akses visa Schengen multi-entry akan meningkatkan partisipasi warga Indonesia dalam aspek pendidikan, riset, kewirausahaan, dan diplomasi budaya di Eropa," ujarnya.
Baca Juga
Pasar Eropa Capai US$ 6,6 Triliun, IEU-CEPA Jadi Peluang Strategis Ekspor Indonesia
Dalam kondisi global yang semakin tidak menentu akibat meningkatnya tensi geopolitik, ancaman perang dagang, hingga tren deglobalisasi, Fraksi Gerindra memandang keberhasilan kesepakatan ini merupakan bukti bahwa Indonesia berkomitmen mengutamakan kolaborasi yang setara dan saling menguntungkan.
"Ketika ada pihak yang memilih kebijakan konfrontatif dan proteksionis, pemerintah membuktikan bahwa kerja sama yang berlandaskan prinsip saling menghormati dan menguntungkan merupakan jalan terbaik dalam menciptakan kemakmuran bagi semua pihak," ungkapnya.

