Pemerintah: Perusahaan Indonesia Buka Peluang Investasi Minyak dan Gas di AS
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah ingin mempersempit deficit perdagangan dengan mengajak perusahaan dalam negeri berinvestasi ke Amerika Serikat (AS). Investasi ini akan menjadi bagian dari negosiasi selain peningkatan impor komoditas dari negara Paman Sam ke Tanah Air.
“Secara teknis Indonesia, selain mengundang investasi Amerika ke Indonesia. Kita juga akan ajak perusahaan dalam negeri berinvestasi di Amerika,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjelaskan salah satu sektor yang berpeluang menempatkan investasi di AS, yaitu perusahaan di sektor minyak dan gas.
Baca Juga
Tingkatkan Pembelian Barang dari AS, Airlangga: Salah Satunya Komponen 'Refinery'
“Buka perusahaan atau melihat line up bisnisnya. Kan sebenarnya beberapa investasi kita yang di luar (negeri) kan sudah pernah terjadi,” kata Todotua, ditemui terpisah.
Todotua menjelaskan, salah satu investasi yang mungkin dilakukan di sektor minyak dan gas akan dilakukan oleh anak usaha PT Pertamina. Bentuk investasi tersebut dapat berupa akuisisi sumur minyak, maupun tiga segmen utama industri minyak dan gas yaitu upstream, midstream, dan downstream.
Meski demikian, Todotua masih melihat strategi investasi yang akan dilakukan seperti apa. “Selain itu, bisa juga di IT (informasi dan teknologi), teknologi. Artinya, secara strateginya yang kita lihat,” kata dia.
Baca Juga
Airlangga: Indonesia dapat Giliran Pertama Negosiasi Tarif Impor AS, Hari InI Menlu Berangkat
Salah satu langkah strategi investasi yang dapat disasar yaitu pengembangan usaha di sektor artificial intelligence (AI). “Karena dengan kita masuk berinvestasi kan sebenarnya kita bisa dapat timbal baliknya,” ujar dia.
Menurutnya, pemerintah berusaha mendorong investasi perusahaan Indonesia yang dapat sejalan dengan kebutuhan dalam negeri. Untuk itu, dia berharap strategi investasi di AS dapat dilakukan oleh BUMN.
“Artinya dengan adanya Danantara kan sebenarnya strategi itu baik investasi dalam negeri maupun luar negeri bisa jauh fleksibel,” jelas dia.

