Dana Asing Berbalik Masuk dan Rupiah Menguat Sepekan, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah. Pekan ini menjelang libur panjang momen Hari Raya Nyepi hingga Lebaran, asing tercatat beli neto sebesar Rp 1,93 triliun di pasar keuangan. Hal ini berbalik arah dibanding pekan sebelumnya yang masih mencatatkan net sell.
“Kami sampaikan aliran modal asing minggu IV Maret 2025, berdasarkan data transaksi 24 – 26 Maret, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 1,93 triliun. Ini terdiri dari beli neto sebesar Rp 2,63 triliun di pasar saham dan Rp 0,19 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta jual neto Rp 0,51 triliun di pasar SBN (Surat Berharga Negara),” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, 27 Maret 2025 malam.
Sementara itu, pada minggu III Maret 2025, berdasarkan data transaksi 17 – 20 Maret, non-resident tercatat masih jual neto Rp 4,25 triliun. Ini terdiri dari jual neto Rp 4,78 triliun di pasar saham, beli neto Rp 1,20 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp 0,67 triliun di SRBI.
Baca Juga
Trump Isyaratkan Tarif yang Berlaku Mulai April ‘Lebih Lunak’ dari Resiprokal
"Sedangkan selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen hingga 26 Maret, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 32,02 triliun di pasar saham. Namun, masih beli neto sebesar Rp 16,08 triliun di pasar SBN dan Rp 10,98 triliun di SRBI," papar Denny.
Yield UST Naik, SBN Turun
Seiring dengan aliran masuk dana asing pekan ini, rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Yield SBN RI juga tercatat turun.
"Kami sampaikan pula perkembangan nilai tukar 24 - 27 Maret 2025. Pada akhir hari Rabu, 26 Maret, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 16.575 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun turun ke 7,13%, sedangkan DXY (indeks dolar AS) menguat ke level 104,55 dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke 4,352%," ujar Denny.
DXY adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). Sedangkan UST Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
"Pada pagi hari Kamis, 27 Maret 2025, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 16.590 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun masih turun ke 7,09%," ujar Denny.
Sementara itu, berdasarkan Jisdor BI, pada transaksi Kamis sore, rupiah ditutup ditutup menguat di level Rp 16.566 per dolar AS. Ini menguat 0,13% dibanding posisi 26 Maret 2025 sebesar Rp 16.588 per dolar AS.

