Rupiah Lanjut Menguat, Dolar Masuk SBN dan Simpanan DHE
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah dibuka lanjut menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan di pasar spot valas, Selasa (04/03/2025) pagi. Sementara itu, dana asing tercatat kembali masuk Surat Berharga Negara (SBN) dan mulai Maret 2025, devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) RI wajib diperpanjang masa simpannya di dalam negeri minimal 1 tahun.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah menguat sebesar 35 poin atau 0,21% pada pukul 09.06 WIB, ke level Rp 16.439 per dolar AS. Namun, secara year to date, mata uang Garuda masih terdepresiasi terhadap greenback 2,2%.
"Sentimen positif juga datang dari kebijakan BEI dan OJK yang menggelar dialog dengan pelaku pasar modal pada hari Senin kemarin. Dialog tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pasar modal Indonesia, di tengah penurunan tajam pada minggu sebelumnya," ujar pengamat pasar modal Reza Priyambada, Jakarta, Selasa pagi.
Penguatan kembali rupiah yang terjadi sejak kemarin ini bersamaan dengan mulai diberlakukannya peraturan perpanjangan kewajiban penyimpanan devisa hasil ekspor sumber daya alam RI di dalam negeri. Bila sebelumnya minimal harus disimpan 3 bulan, kini menjadi 1 tahun.
Dari AS, merujuk data Yahoo Finance, indeks dolar AS pada Selasa pagi tercatat melemah. DXY ini turun 0,24 poin atau 0,23% ke level 106,51. Secara year to date, indeks terjadap 6 mata uang utama dunia yang lain ini terkoreksi 1,86%
"Dari AS, ada pula sentimen dari pemberlakuan penambahan tarif impor 25% pada Kanada dan Meksiko yang dimulai pada Selasa, 4 Maret 2025. Selain itu, dari reciprocal tariff yang akan dilaksanakan mulai 2 April 2025," ujar Direktur PT Reliance Sekuritas Tbk tersebut.
Baca Juga
Masuk SBN Rp 13,51 T
Sementara itu, berdasarkan rilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), data terbaru yakni transaksi SBN Jumat lalu (28/02/2025). Dana investor asing tercatat masuk SBN dengan mencatatkan net buy Rp 0,65 triliun, di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan.
Secara month to date, asing sudah mencatatkan pembelian bersih Rp 8,86 triliun hingga Jumat lalu di obligasi pemerintah RI ini. Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net buy mencapai Rp 13,51 triliun hingga Jumat lalu.
Baca JugaThe Gig Economy Faces New Challenges as Independent Workers Claim Eid al-Fitr Incentives
Sementara itu, di pasar saham RI, asing mencatatkan net sell Rp 0,14 triliun pada Senin kemarin. Net sell itu membuat asing mengakumulasi penjualan bersih saham di Bursa Efek Indonesia month to date Rp 0,14 triliun hingga kemarin.
“Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell Rp 22,04 triliun. Ini setara US$ 1,34 miliar,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Senin sore.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, posisi DHE SDA yang ditempatkan di perbankan Indonesia sudah melebihi batas minimal yang ditetapkan dari aturan.
“Posisi dari devisa hasil ekspor yang diletakkan di dalam perbankan kita, kalau tadinya minimum 30%, di dalam data yang ada bahkan mencapai 37-42%. Jadi ini menggambarkan mereka sudah melebihi dari yang 30% (ketentuan lama). Sekarang dengan (ketentuan baru) 100%, terutama untuk yang SDA batu bara, CPO (minyak sawit), dan nikel adalah tiga komoditas yang paling besar peranannya di dalam menghasilkan ekspor dan devisa kita,” kata Menkeu.

