Pengamat Prediksi Rupiah Bakal Menguat usai Prabowo Luncurkan Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah bakal menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Senin (24/2/2025) esok hari atau tepat usai Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Pasar merespon positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang akan meluncurkan Danantara. Pembentukan Danantara ditujukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkualitas selama lima tahun ke depan," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip hari Minggu (23/2/2025).
Ia menjelaskan ucapan Prabowo tersebut merujuk pada target pemerintah Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 8% pada 2029. Melalui Danantara, Pemerintah Indonesia disebut telah menghemat lebih dari 20 miliar dollar AS dalam anggarannya melalui langkah-langkah efisiensi, setara dengan sekitar 10 persen dari pengeluaran tahunan Indonesia.
"Dengan demikian, badan ini diharapkan bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, dengan mengonsolidasikan aset-aset penting dan mengoptimalkan entitas kekayaan negara. Sedangkan dana yang dikelola lebih dari 900 miliar dolar AS," ujar Ibrahim.
Baca Juga
Dana ini akan diinvestasikan pada proyek-proyek berkelanjutan yang berdampak besar di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur maju, industri hilir, dan produksi pangan. Negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu telah meningkatkan upaya untuk menarik investasi asing dan mengurangi ketergantungannya pada ekspor komoditas mentah dengan mengembangkan industri bernilai tambah.
Sebagai informasi, pembentukan Danantara tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga UU Nomor 19 Tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah disahkan pada Rapat Paripurna.
"Untuk perdagangan senin (24/2/2025), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp16.280 - Rp16.320 per dolar AS," ungkap dia.
Sebelumnya kurs rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Jumat (21/2/2025) jelang akhir pekan. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang rupiah menguat 44 poin (0,26%) ke level Rp16.300 per dolar AS, yang sebelumnya berada pada posisi Rp16.344 per dolar AS.
Kemudian pada perdagangan pasar spot valas, Yahoo Finance merilis mata uang rupiah bergerak menguat 24 poin (0,15%) ke level Rp16.300 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan terakhir, Yahoo Finance merilis mata uang Garuda berada pada posisi Rp16.324 per dolar AS.

