Rupiah Ditutup Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah menguat dalam penutupan perdagangan valas Selasa (14/1/2025), imbas menurunnya indeks dolar Amerika Serikat. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar mata uang Garuda menguat 16 poin (0,09%) ke Rp 16.281 per dolar AS.
Yahoo Finance mencatat, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank juga menguat terhadap dolar AS. Rupiah bergerak menguat 9 poin (0,06%) ke level Rp 16.260 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, para pedagang berspekulasi tentang seberapa parah tarif perdagangan yang direncanakan Presiden terpilih AS Donald Trump. "Tim Trump sedang mempersiapkan rencana untuk penerapan tarif perdagangan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini, dengan dolar tetap mendekati level tertinggi dua tahun untuk mengantisipasi data tersebut," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Rencana Bea Masuk 60% atas Tiongkok
Rencana tersebut akan melibatkan kenaikan tarif antara 2% hingga 5% setiap bulan. Hal ini akan memberi Washington lebih banyak pengaruh dalam negosiasi perdagangan, sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang tiba-tiba karena bea masuk.
"Hal ini sebagian besar diimbangi kekhawatiran bahwa tarif juga akan menjadi faktor inflasi yang lebih tinggi, sehingga suku bunga tetap bertahan lebih lama," paparnya.
Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif impor yang tinggi sejak "hari pertama" menjabat sebagai presiden. Janji bea masuk sebesar 60% terhadap Tiongkok menjadi perhatian utama.
"Fokus minggu ini ada pada data inflasi indeks harga konsumen untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada Rabu, yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang suku bunga. Inflasi yang tinggi dan kekuatan di pasar tenaga kerja diharapkan memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi, tren yang menjadi pertanda buruk bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan logam lainnya," tuturnya.

