Investasi Asing Bakal Dongkrak Pembiayaan Infrastruktur Hampir Rp 700 T
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan terus mengajak investor asing untuk pembiayaan infrastruktur ke depan. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Triono Junoasmono optimistis, dalam lima tahun ke depan, pembiayaan infrastruktur secara nasional diestimasi akan terdongkrak menjadi hampir Rp 700 triliun.
“Pembiayaan infrastruktur memang sedang kita genjot. Mudah-mudahan meningkat, yang tadinya lima tahun lalu sekitar Rp 440 triliun, (investasi) ini akan meningkat sampai kira-kira hampir Rp 700 triliun,” ungkap Yongki, sapaan akrab Triono, saat ditemui di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga
Investasi Diharapkan Naik 10% demi Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Menurutnya, investasi tersebut akan dimasukkan ke skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dua negara yang sudah dan akan berinvestasi adalah Cina dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Jadi, banyak pekerjaan-pekerjaan yang sudah kami list, yang akan kami dorong ke KPBU. Yang sudah masuk kan dari Cina. (Kalau dari Uni Emirat Arab) untuk jalan tol belum, tapi sudah melirik. Mereka (UEA) lagi mengkaji, investornya bekerja sama dengan pihak lokal,” imbuh Yongki.
Proyek Tol Gedebage – Tasikmalaya – Ciamis
Para investor asing tersebut juga tengah ‘melirik’ proyek jalan tol Gedebage – Tasikmalaya – Ciamis (Getaci) dan Gilimanuk – Mengwi. “Ya, seperti (Tol) Gilimanuk - Mengwi sudah banyak yang tanya. (Tol) Getaci sudah banyak yang tanya juga,” ungkap Yongki.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri PU Dody Hanggodo, mengatakan bahwa seluruh proyek infrastruktur garapan Kementerian PU diharapkan bisa menarik investor asing. Ini utamanya untuk mengurangi penggunaan APBN dalam pembangunan proyek-proyek tersebut.
“Jadi semua proyek infrastruktur akan kita utamakan untuk bisa menarik investor. Kalau investornya kaya raya, kayak orang-orang Timur Tengah, Cina begitu, berarti dia bisa masuk, kemudian dia yang mengoperasikan. Justru kami (Kementerian PU) berusaha meminimalkan penggunaan APBN. Itu juga supaya governance-nya lebih bagus, (investor) luar negeri selalu kami utamakan,” kata Dody saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025) malam.
Baca Juga
Realisasi Investasi KEK Mandalika Capai Rp 5,73 Triliun Hingga Kuartal IV-2024
Dody juga mengharapkan, proyek-proyek infrastruktur ke depan dapat memberikan dampak nyata terhadap pengurangan angka kemiskinan di Indonesia. “Lebih ke arah target besarnya Pak Presiden, yaitu untuk mengurangi kemiskinan, (mengurangi) stunting. Itu bisalah tercapai, tidak ada lagi lah kemiskinan ekstrem itu,” ucap dia.
Tak hanya itu, Menteri PU juga berharap dengan tata kelola yang lebih bagus bersama pihak asing dalam pembangunan infrastruktur, ke depan, dapat menyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, dapat menurunkan level Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang saat ini masih di 6%.
“Sesuai pernyataan Pak Presiden (Prabowo Subianto), pertumbuhan ekonomi 8%, terus kemiskinan 0% – mengarah ke sana. Kalau yang ICOR itu kan justru dengan kita menarik investor luar negeri, kita berharap governance lebih bagus. Akhirnya ICOR bisa turun dari 6%,” tutur Dody.

