Cadangan Devisa Cetak Rekor US$ 155,7 Miliar, Transaksi Modal dan Finansial Surplus
JAKARTA, investortrust.id - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 mencetak rekor baru US$ 155,7 miliar. Cadev meningkat 3,66% atau US$ 5,5 miliar dibandingkan akhir November 2024 sebesar US$ 150,2 miliar. Transaksi modal dan finansial ke depan diprakirakan tetap surplus.
"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan devisa migas, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2024 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga
Asing Lanjut Net Sell Saham Rp 0,68 Triliun Selasa, di SBN Net Buy Rp 1,42 Triliun
Rekor cadangan devisa sebelumnya terjadi pada Oktober 2024 senilai US$ 151,2 milar.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan RI.
Prospek Ekspor Positif
Ke depan, lanjut Denny, Bank Indonesia memandang cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal, seiring dengan prospek ekspor yang tetap positif. "Neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal," tandasnya.
Bank Indonesia, lanjut dia, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas perekonomian guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga

