Siap-siap! Awal Tahun Pemerintah Lelang 8 Seri SUN untuk Pembiayaan APBN 2025
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan kembali membuka lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 7 Januari 2025. Pada lelang perdana di awal tahun ini, pemerintah akan melelang tujuh seri SUN yang terdiri dari dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam obligasi negara (ON).
“Pemerintah akan melakukan lelang SUN dalam mata uang rupiah untuk memenuhi bagian dari target pembiayaan APBN 2025,” bunyi keterangan resmi DJPPR, diakses Jumat (3/1/2025).
Pelaksanaan lelang didasari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di pasar Perdana Domestik. Sementara, lelang akan digelar pada 7 Januari 2025 sejak pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Target indikatif yang ditetapkan pemerintah pada lelang ini yaitu Rp 28 triliun. Target maksimal dari lelang SUN ini yaitu Rp 42 triliun.
Baca Juga
Dua seri SPN yang ditawarkan dalam status penerbitan baru dalam lelang pekan depan tersebut yaitu, SPN03250409 yang ditawarkan dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh temponya pada 9 April 2025.
Berikutnya seri SPN12260108 yang ditawarkan dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh temponya pada 8 Januari 2026.
Sedangkan enam seri Obligasi Negara yang ditawarkan antara lain;
1. Seri FR0104, yang ditawarkan kembali (reopening) dengan tingkat kupon 6,5%. Seri ini ditetapkan jatuh tempo pada 15 Juli 2030.
2. Seri FR0103 yang juga ditawarkan kembali (reopening) dengan tingkat kupon 6,75000%. Seri ini ditetapkan jatuh temponya pada 15 Juli 2035.
3. Seri FR0106, yang merupakan seri baru atau new issuance dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) dan akan dilansir pada 7 Januari 2025. Seri ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
4. Seri FR0107, seri baru atau new issuance dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) dan akan dilansir pada 7 Januari 2025. Seri ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
5. Seri FR0102 yang merupakan reopening dengan tingkat kupon 6,875%, jatuh tempo pada 15 Juli 2054.
6. Seri FR0105 yang merupakan reopening dengan tingkat kupon 6,875%, dan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.
Penjualan SUN tersebut akan dilakukan dengan sistem lelang yang digelar Bank Indonesia (BI). Lelang bersifat terbuka dengan menggunakan metode harga beragam.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian akan membayar sesuai dengan imbal rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
“SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta,” ujar dia.

