JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah pada perdagangan valas Selasa (17/12/2024), imbas menguatnya indeks dolar Amerika Serikat. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar mata uang Garuda melemah 0,19% ke level Rp 16.050/USD, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.019/USD.


Sementara dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah dalam transaksi antarbank melemah 66 poin (0,41%) ke level Rp 16.060/USD. Sedangkan dalam perdagangan sebelumnya, kurs rupiah ditutup di posisi Rp 15.994/USD.


"Pasar tengah menunggu keputusan bank sentral dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 17-18 November 2024. Selain itu, pasar menunggu keputusan suku bunga utama dari Bank Sentral AS akhir minggu ini, sementara data ekonomi Cina yang lemah yang dirilis sehari sebelumnya mengikis sentimen risiko," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/12/2024).

Baca Juga

Dari 0% akan Kena PPN 12% Berobat ke RS Premium dan Sekolah Internasional, Ekonom Pertanyakan


Menurut Ibrahim, selain pertemuan The Fed dan keputusan suku bunga Bank Indonesia, pasar juga fokus pada keputusan suku bunga acuan Jepang minggu ini. Dalam pertemuan The Fed minggu ini, Bank Sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, namun juga menandai laju pemotongan yang lebih lambat untuk tahun 2025.

"Reuters melaporkan BoJ (Bank of Japan) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya tentang kenaikan. Sedangkan Bank Indonesia akan memutuskan suku bunga utamanya pada hari Rabu," ungkapnya.

 

Prospek suku bunga yang lebih rendah, lanjut dia, biasanya mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, ketidakpastian arah kebijakan The Fed di masa mendatang telah menimbulkan keraguan pasar.