Kurs Rupiah Tertekan Jelang Keputusan Suku Bunga BI
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah tertekan dolar Amerika Serikat menjelang pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate pada Rabu (20/11/2024) siang ini pukul 14.00 WIB. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB pagi, kurs rupiah bergerak melemah 14 poin (0,09%) ke level Rp 15.839/USD.
Pelaku pasar menanti apakah Bank Sentral Indonesia kembali menahan suku bunga acuan, di tengah rupiah yang tertekan terhadap greenback. BI juga akan merilis kebijakan terbaru dari deposit facility rate dan lending facility rate.
Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman memprediksi BI mempertahankan suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI siang ini. "Kami prediksi BI mempertahankan suku bunga BI Rate, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global pascakemenangan Trump yang memiliki kebijakan lebih inward-looking," kata dia kepada Investortrust, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Baca Juga
Pasar Berhati-Hati
Pada Oktober lalu, BI menahan suku bunganya di level 6%. Demikian pula, suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility sebesar 6,75%.
Sementara dari sentimen global, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Persero Tbk Andry Asmoro mengungkap, pasar kini tetap berhati-hati setelah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell tentang penundaan pemotongan suku bunga karena pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang kuat.
Pelaku pasar juga mencermati pilihan kabinet Presiden AS Terpilih Donald Trump, termasuk Brendan Carr untuk ketua Federal Communications Commission (FCC). Ia merupakan anggota senior Partai Republik.
Pasar mencermati pula persaingan yang sedang berlangsung untuk posisi menteri keuangan AS.
Baca Juga

