Perusahaan Modal Ventura Sebut Kenaikan PPN 12% Tak Pengaruhi Portfolio
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah perusahaan modal Ventura menilai bahwa kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% tidak akan berdampak signifikan kepada portfolio bisnis, yang saat ini tengah fokus ke sektor ritel dan konsumen. Sebagai informasi, Pemerintah akan menaikkan tarif PPN menjadi 12% mulai 1 Januari 2025.
Venture Partner dari Init-6 Rexi Christopher menyatakan bahwa kenaikan pajak tersebut diakuinya akan memberikan sedikit goncangan pada sektor ritel dan konsumen. Kendati demikian, hal tersebut hanya akan terjadi sementara karena sektor konsumen terus bertumbuh dengan besarnya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia.
“Kita lihat sektor konsumen ini tetap growing. Mungkin kalau naik PPN 1% akan goyang-goyang sedikit cuma habis itu biasa lagi. Dari sisi outlook konsumen perspektifnya gak akan banyak ada goncangan dengan penambahan PPN 1%,” ujarnya dalam Consumer Market Update di Jakarta, Senin (18/11/2024).
Hal yang sama juga disampaikan oleh VP Investment Trihill Capital Varianus Ian Sulaiman. Menurutnya, naiknya PPN menjadi 12% belum akan menjadi concern dari perusahaan dan belum akan memberikan dampak negatif bagi portofolio.
“Kalau di portfolio kami ataupun observasi kami gitu ya, dari PPN 11% ke 12 % belum terlihat adanya, belum jadi concern gitu ya. Apakah nantinya akan berdampak secara masing, kami juga tidak tahu, tapi kalau dari observasi kami belum ada yang melihat bahwa inisiatif tersebut itu akan berdampak sangat negatif,” paparnya.
Sepakat dengan kedua sumber sebelumnya, Portfolio and Advisory Head OCBC Ventura Dyah Trisnawaty menjelaskan bahwa kenaikan PPN tersebut tidak mempengaruhi portofolio Perusahaan, sebab masih tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia, khususnya pada generasi Z dan millennial.
“Kalau kita lihat Indonesia, tadi mungkin masyarakat sangat konsumtif juga dan senang muncul barang-barang baru gitu atau ada kan apa gitu langsung ada istilah FOMO. Jadi kayak ada restoran baru langsung mau datang, ada produk-produk baru langsung mau coba. Jadi kalau kita lihat sih belum akan berpengaruh,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Perusahaan modal ventura menyatakan optimistisnya pada sektor konsumen dan ritel di Indonesia yang terus menunjukkan proyeksi yang positif terbukti dari ketahanan minat yang baik di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan nasional.
Pada tahun 2024, konsumsi domestik tercatat berkontribusi sebesar 57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang menunjukkan peran krusialnya dalam mendukung stabilitas ekonomi negara. Oleh sebab itu, sektor konsumen dan ritel kini menjadi salah satu industri yang diminati para perusahaan modal Ventura dalam melengkapi fokus mereka yang sebelumnya terarah pada bisnis yang berbasis teknologi.

