Bahlil Buka Peluang Skema Sama untuk Penyaluran Subsidi Listrik dan BBM
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah belum bisa memastikan skema penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan Listrik, meskipun terbuka kemungkinan mekaminsmenya disamakan.
Bahlil sempat mengatakan bahwa skema penyaluran subsidi LPG tidak mengalami perubahan, yaitu tetap diberikan langsung ke produk (barang). Namun, subsidi BBM dan listrik masih dalam kajian.
"Ada beberapa alternatif dan kemungkinan skema penyaluran (subsidi untuk BBM dan listrik) bisa sama. Kemungkinan, tapi belum diputuskan alternatifnya," kata Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (15/11/2024).
Baca Juga
Menteri Bahlil Siapkan 3 Formulasi Subsidi BBM Tepat Sasaran, Apa Saja?
Penentuan skema penyaluran subsidi BBM dan Listrik, terang dia, berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Dirinya baru akan melaporkan masalah ini setelah Prabowo pulang dari kunjungan ke luar negeri.
"Kami akan melaporkan kepada Presiden begitu tiba di Republik Indonesia. Semua alternatif sudah disiapkan, jangan dulu disimpulkan," ujar mantan Menteri Investasi tersebut.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan, apapun skema subsidi yang dipilih, ini semua bertujuan untuk mencitapkan penyaluran subsidi tepat sasaran. Namun, aspek daya beli masyarakat dan inflasi tetap bagian dari pertimbangan untuk memutuskan skemanya.
Sebelum ini, dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Rabu (13/11/2024), Bahlil menyebutkan ada tiga skema/formulasi yang dipertimbangkan dalam pemberian subsidi energi untuk BBM dan listrik ini.
Baca Juga
10,6 Juta Pelanggan PLN Tak Layak Dapat Subsidi, Negara Rugi Rp 1,2 Triliun per Bulan
Formulasi pertama, mengubah subsidi BBM dan listrik dari basis produk menjadi subsidi langsung atau bantuan langsung tunai (BLT). Namun, formulasi ini akan membuat transportasi umum dan fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah sakit, bakal tidak dapat subsisi lagi.
"Alternatif kedua adalah semuanya fasilitas umum tetap disubsidi dalam bentuk barang. Selebihnya pakai BLT. Ini untuk bisa menahan inflasi," ucap dia.
Sementara itu, alternatif ketiga adalah pihaknya sedang memformulasikan supaya sebagian barang yang disubsidi bisa dinaikkan angkanya. Namun, Bahlil belum menjelaskan secara detail maksud dari formulasi ketiga ini.

