Jelang Penetapan BI Rate, Rupiah Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang rilis penetapan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) periode 15-16 Oktober 2024, nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. BI Rate saat ini berada di level 6,00%.
Nilai tukar mata uang Garuda menguat 75 poin atau 0,48% ke level Rp 15.500/USD pada perdagangan Rabu pagi, berdasarkan data RTI. Namun, rupiah masih terdepresiasi terhadap greenback sebesar 0,68% secara year to date.
"Rupiah mulai stabil dalam satu pekan terakhir. Rupiah cenderung stabil di kisaran Rp 15.660/USD, meski depresiasi terjadi di tengah arus modal keluar karena ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pilpres di Amerika Serikat belakangan," kata ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga
Emas Batangan Antam Naik Rp 3.000, Dibanderol Rp 1.491.000 per gram
Riefky juga mengatakan, BI diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di 6,00% pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Oktober ini, meski cadangan devisa RI turun menjadi US$ 149,9 miliar. Sementara sebelumnya, pada RDG September 2024, BI memutuskan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%. Suku bunga deposit facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 5,25% dan lending facility turun 25 bps menjadi 6,75%.
“Keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi pada tahun 2024 dan 2025 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%. Selain itu, penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya upaya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi RI,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.
Baca Juga
Pada kesempatan terpisah, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memperkirakan mata uang rupiah pada perdagangan Rabu (16/10/2024) ini akan bergerak di kisaran Rp 15.550/USD - Rp 15.650/USD.

