Hilirisasi Sawit Berkontribusi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 2%
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia merupakan penghasil minyak sawit atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, sehingga menempatkan komoditas kelapa sawit sebagai komoditas strategis. Kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam penurunan angka kemiskinan dengan menyediakan lapangan kerja sampai bagi 16 juta pekerja.
Baca Juga
Sehubungan dengan hal tersebut, Dosen Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr. Eugenia Mardanugraha menyatakan bahwa hilirisasi sawit berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2%.
Hal itu diungkapkan Eugenia dalam acara Book Launch Seminar: Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap di Gedung Pusat Industri Digital (Pidi) 4.0, Jakarta, Rabu (9/10/2024)."Apabila ekspor yang dilakukan oleh Indonesia itu hanya sebatas CPO saja seperti saat ini, atau dibuat produk-produk yang hilirnya. Nah, Kalau ekspor itu dilakukan untuk produk-produk hilirnya, itu akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi itu sampai 2%. Jadi kalau seandainya kondisi eksisting sekarang itu hanya yang diekspor itu hanya CPO saja. Tetapi kemudian kalau yang diekspornya itu adalah produk-produk hilirnya itu bisa meningkatkan 2%," ujar Eugenia.
Baca Juga
Kemenperin: Magnitude dari Ekonomi Berbasis Kelapa Sawit Bisa Capai Rp 775 Triliun di 2024
Eugenia menjelaskan, kontribusi tersebut merupakan hal yang sangat besar. Menurutnya, jika Indonesia mencapai pertumbuhan 6% eksisting, maka kontribusi sawit tinggal meningkatkan 2% untuk bisa mencapai 8%.
"Dari sawit saja bisa kontribusi 2% kalau dilakukan hilirisasi sawit. Sawit menjadi produk-produk jadi yang langsung digunakan oleh rumah tangga gitu. Nah itu yang kita ekspor instead of mengekspor CPO-nya," jelas Eugenia.

