Jokowi Gaungkan Hilirisasi dan Digitalisasi Guna Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dua strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yaitu hilirisasi dan digitalisasi.
Hilirisasi menciptakan penambahan produk yang berimbas positif terhadap ekonomi. “Hilirisasi itu menjadi sangat penting. Nilai tambah itu sangat penting, tetapi yang kedua digitalisasi menjadi hal yang sangat penting,” kata Jokowi saat menghadiri BNI Investordaily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Bagaimana Kondisi Maarten Paes? Begini Kata Manajer Timnas Indonesia Sumardji
Jokowi menyebutkan bahwa hilirisasi nikel membuat bahan mineral menjadi produk yang siap dijual ke pasaran, seperti produk olahan nikel dan stainless steel. “Jadi sendok, panci, pipa, dan lain-lain,” tutur dia.
Selain itu, Jokowi menunjukkan bahwa terwujudnya pengembangan bijih nikel menjadi HPAL, precussore, dan katoda, serta baterai listrik. Menurut dia, dengan perubahan produk seperti ini, terjadi lompatan dari US$ 1,4 miliar menjadi US$ 2 miliar.
“Sebelum nikel disetop kemudian melompat menjadi US$ 34,8 miliar. Itu adalah lompatan yang sangat besar sekali,” ucap dia.
Baca Juga
Jokowi Sebut Dunia Masuki Abad Asia dan Indonesia Jadi Superpower Ekonomi Baru
Tak hanya nikel, Jokowi juga menunjukkan kinerja komoditas tembaga. Jokowi menyebut baru saja meresmikan berdirinya smelter milik PT Amman Mineral Internasional di Sumbawa. Smelter dengan investasi Rp 21 triliun bisa memproduksi kira-kira 900.000 ton konsentrat tembaga. “Setelah itu dibuka smelter milik Freeport Indonesia yang bisa memproduksi 3 juta konsentrat tembaga. Investasinya Rp 56 triliun,” kata dia.
Mantan Wali Kota Surakarta ini berharap produksi industri tembaga ini dapat menjadi copper foil, kabel, dan produk lainnya. “Kalau ini bisa direalisasikan, lompatan itu akan kelihatan sekali. Dan juga bauksit yang juga dua pekan lalu MIND ID membuka di Mempawah, Kalimantan Barat,” ujar dia.

