Menko Airlangga Kasih PR Ini Ke Ketum Kadin Anindya Bakrie
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memberikan pekerjaan rumah kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di bawah kepemimpinan Anindya Novyan Bakrie sebagai Ketua Umum periode 2024-2029.
Airlangga meminta Kadin Indonesia untuk membantu pemerintah menggenjot investasi di Tanah Air. Target investasi Indonesia sebesar Rp 1.700 triliun tidak mungkin terealisasi tanpa adanya peran dari BUMN dan sektor usaha yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kadin Indonesia.
"Investasi yang harus kita genjot Rp 1.400 sampai 1.700 triliun. Dan itu adalah PR-nya Kadin Indonesia, tidak ada yang lain kecuali Kadin yang kerja bersama BUMN," ujarnya dalam acara Sarasehan Bersama Menko Perekonomian di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Apresiasi Kinerja Menko Perekonomian
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jumlahnya terbatas, hanya berkisar Rp 3.600 triliun. Sementara itu, angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah mencapai Rp 20.000 triliun.
"Karena ekonomi daripada anggaran negara itu Rp 3.600 (triliun) dibandingkan Rp 20.000 triliun. Nah, sisanya adalah domestic demand (permintaan domestik), konsumsi itu 56%. Kemudian industri sekitar 20% plus perdagangan jadi 10%," paparnya.
Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) itu mengatakan Kadin Indonesia juga berperan penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di angka 8% pada pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya N Bakrie Bertemu Menko Airlangga, Bahas Kontribusi Kadin untuk Pemerintahan Baru
Dia mengeklaim, pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5% meskipun sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Kemudian tingkat inflasi juga berhasil ditekan pada 2,5%+-1%. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga diklaim berhasil diturunkan.
"Kemiskinan juga single digit di 9%. Pengangguran terbuka 4,82%. Artinya orang yang bekerja sekarang sudah sekitar 142 juta. Jadi ini sudah relatif tinggi," pungkasnya.

