Thomas Djiwandono: Sinkronisasi APBN 2025 Sifatnya Konsultatif, Tanpa ‘Bargaining’
BANTEN, investortrust.id - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono membuka proses Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran ketika membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan Kementerian Keuangan. Thomas menyampaikan Kementerian keuangan telah memahami bahwa program makan bergizi menjadi acuan presiden terpilih, sehingga pertemuan bersifat konsultatif tanpa positioning dan bargaining.
“Saat saya masuk (melakukan pembahasan dengan Kementerian keuangan, red), saya bilang atensi di pangan, karena itu vocal point presiden terpilih yang besar,” kata Tommy, demikian sapaan akrabnya, saat menghadiri taklimat media di Serang, Banten, Rabu (25/9/2024).
Dengan dasar pemahaman bahwa perhatian presiden terpilih yang begitu besar pada program pangan, dalam hal ini makanan bergizi gratis, dikatakan Tommy, dialog untuk sinkronisasi pun berlangsung secara konsultatif tanpa disertai dengan positioning dan bargaining dari salah satu pihak.
Baca Juga
Impor Susu pada Agustus 2024 Melonjak, untuk Program MBG Prabowo-Gibran?
“Itu berjalan sangat terbuka, sangat konsultatif. Tidak ada positioning dan bargaining. Yang ada yakni pengertian dari Kemenkeu bahwa program unggulannya seperti apa dan fiscal space-nya berapa. Dari situ dicarilah angka dan tata kelolanya,” ujarnya.
Berikutnya Tommy menjelaskan, proses sinkronisasi terjadi lewat pertemuan yang sangat intens antara Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran dengan tim Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pertemuan tak dilakukan hanya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, tapi juga dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Sejak diperkenalkan pada 31 Mei 2024, tim gugus tugas sinkronisasi Prabowo-Gibran telah beberapa kali menggelar pertemuan. Bahkan ia menyebut selama empat bulan, setiap pekannya tim tersebut bertemu dengan pejabat Kemenkeu.
“Dalam jangka waktu empat bulan ketemu tiap minggu, bahkan bisa dua kali seminggu. Ibu (Sri Mulyani), tiap dua minggu saya ketemu beliau. Jadi intensitasnya cukup besar,” kata dia.
Thomas juga menyampaikan bahwa setiap pertemuan dan diskusi yang digelar, berlandaskan pada program-program unggulan Prabowo-Gibran. Sehingga setelah Thomas diangkat menjadi wakil menteri keuangan pada 18 Juli 2024, seluruh tim yang ikut membahas APBN 2025 telah memahami dengan baik program unggulan dari presiden terpilih. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka pembicaraan berlanjut ke ruang fiskal yang tersedia.
Baca Juga
Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Bantah Diskusikan Harga Makan Bergizi Gratis
Selain bertemu dengan tim Sinkronisasi, tim Kemenkeu yang langsung diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menggelar sejumlah pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Tommy menyebut setidaknya telah terjadi lebih dari lima kali pertemuan antara keduanya.
Pembahasan tata kelola APBN 2025 sebagai prinsip dasar, menurut Tommy menjadi penting. Ia pun kembali menegaskan bahwa pertemuan tidak bersifat negosiasi. “Prosesnya bukan seperti nego. Itu bahasanya konsultatif dan posisi prioritas programnya. Dari situ dilihat ruang dan hitungan fiskalnya, dan keluarlah angka tersebut,” ujarnya.
Seperti diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di DPR pekan lalu mengatakan, program quick wins Prabowo-Gibran tercatat sebesar Rp 121 triliun. Anggaran ini terdiri atas makan bergizi gratis senilai Rp 71 triliun, renovasi sekolah Rp 20 triliun, pembangunan sekolah unggulan Rp 2 triliun, dan pemeriksaan kesehatan gratis Rp 3,2 triliun.
Selain itu, dalam anggaran quick wins juga dimasukkan anggaran program penuntasan TBC sebesar Rp 8 tahun, lumbung pangan nasional sebesar Rp 15 triliun, dan peningkatan standar rumah sakit berkualitas Rp 1,8 triliun.

