BI: Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh 11,92%, Capai Rp 597,89 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pembiayaan perbankan syariah pada Juli 2024 mencapai Rp 597,89 triliun. Pembiayaan ini tumbuh 11,92% year on year (yoy).
"Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Eksyar memiliki keunggulan yaitu berdaya tahan di tengah krisis, karena ditopang oleh model bisnis yang solid, inklusif, dan berkelanjutan," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangan di Jakarta, Jumat (13/9/2024)
Baca Juga
Berbagai indikator menunjukkan perkembangan eksyar di Indonesia terus membaik. Di tataran global, eksyar Indonesia juga terus tumbuh.
Berdasarkan laporan dari SGIE Report, eksyar di Indonesia saat ini berada di peringkat ke-3, hanya di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Posisi meningkat 1 peringkat dibanding tahun sebelumnya.
"Kami mendorong perlunya memacu eksyar melalui sinergi erat dengan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) dan berbagai stakeholders. Bank Indonesia senantiasa berperan sebagai 'AIR' (Akselerator, Inisiator, dan Regulator) dalam pengembangan eksyar," ujarnya.
Baca Juga
Hingga Paruh Pertama 2024, OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 12,36%
AIR ini meliputi: i) koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk mendorong percepatan program eksyar, ii) memprakarsai inovasi program pengembangan eksyar, seperti pemberdayaan ekonomi pesantren, serta iii) perumusan dan penerbitan ketentuan sesuai kewenangan.
"Mencermati tantangan ke depan, akselerasi eksyar perlu didukung dengan perluasan akses pembiayaan, literasi keuangan, dan penguatan multiplier effect eksyar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Optimalisasi digitalisasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif diharapkan mendorong 3 inovasi digital, Fesyar Jawa dapat direplikasi untuk memperkuat pertumbuhan eksyar di seluruh wilayah Indonesia," papar Deputi Gubernur Senior BI.
Digitalisasi Kunci
Digitalisasi, lanjut Destry, merupakan kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, Bank Indonesia bersama mitra strategis bersinergi mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Jawa melalui 3 inovasi berbasis digital. Inovasi ini difokuskan pada perluasan literasi, pengembangan keuangan mikro, dan instrumen sosial ekonomi pemberdayaan umat.
Ketiga inovasi tersebut mencakup, pertama, digitalisasi literasi keuangan inklusif dan syariah. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan kolaborasi kanal komunikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi, untuk mendorong literasi eksyar kepada masyarakat luas.
Kedua, digitalisasi ekosistem halal end-to-end melalui pembentukan halal center, pengembangan database UMKM halal se-Jawa, dan fasilitasi onboarding pembiayaan UMKM. Hal ini dilakukan bekerja sama dengan Baitul Maal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Ketiga, digitalisasi dan optimalisasi Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Wakaf (Ziswaf). Program ini dilakukan melalui kerja sama platform Satu Waqaf Indonesia (SWI) khusus Jawa.
"Ketiga program inovatif tersebut diluncurkan dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa hari ini (13/9/2024) di Surabaya. Festival mengusung tema 'Sinergi untuk Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Syariah Jawa', yang digelar pada tanggal 13-15 September 2024," paparnya.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menambahkan, FESyar Jawa 2024 merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-11, yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober – 3 November 2024 di Jakarta. Kegiatan FESyar Jawa 2024 meliputi Sharia Economic Forum Seminar & Talkshow yang mengulas topik-topik hangat seputar eksyar seperti pengembangan ekosistem produk halal, perberdayaan UMKM syariah, dan optimalisasi dana ZISWAF di era digital.
Gelaran ini juga diintegrasikan dengan Sharia Fair yang menampilkan UMKM syariah unggulan, business matching, dan lomba menarik yang berlokasi di pelataran Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

