LPDP Fokuskan Beasiswa untuk Masyarakat Daerah Tertinggal dan Pra Sejahtera
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyebut selama tiga tahun terakhir ini memfokuskan pemberian beasiswa untuk kelompok afirmasi. Kelompok ini yaitu berasal dari kalangan masyarakat dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Ini untuk 96 kabupaten/kota yang tertinggal di Indonesia,” kata Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Selain beasiswa untuk siswa di daerah 3T, pemerintah juga memasukkan kategori siswa dari wilayah Maluku dan Papua. “Termasuk seluruh kabupaten/kota yang berada di Papua dan Maluku,” kata dia.
Beasiswa afirmasi juga menyasar kelompok siswa dari keluarga prasejahtera dan penyandang disabilitas.
Baca Juga
Andin menjelaskan selama tiga tahun, sejak 2021 hingga 2024, jumlah penerima beasiswa afirmasi meningkat 78,86%. Rinciannya, pada tahun 2021 jumlah menerima beasiswa afirmasi sebesar 1.405 orang, tahun 2022 sebesar 1.530 orang, tahun 2023 sebesar 2.513 orang, dan hingga tahap I 2024 sebesar 1.176 orang.
“LPDP menerima seleksi setahun dua kali. Semester II-2024 masih dalam proses seleksi,” kata dia.
Dalam tabel yang dipaparkannya, sejak 2013 hingga semester I-2024, terdapat total 12.258 orang penerima beasiswa afirmasi.
Sejak 2010 hingga 31 Juli 2024, Andin mengatakan LPDP telah mengelola Rp 154,1 triliun dana abadi di bidang pendidikan. Ini terdiri atas Rp 126,1 triliun dana abadi pendidikan, Rp 12,99 triliun dana abadi penelitian, Rp 10 triliun dana abadi perguruan tinggi, dan Rp 5 triliun dana abadi kebudayaan.
Baca Juga
HUT Ke-79 RI, Pertamina Kibarkan Bendera Bawah Laut hingga Berikan Beasiswa
Sementara itu, pada tahun ini, kata Andin, LPDP telah menerima pendapatan sebesar Rp 5,69 triliun. Angga ini dihitung berdasarkan hingga 31 Juli 2024. Belanja di tahun anggaran yang sama yaitu Rp 6,36 triliun.
“Nanti di tahun 2024 ini belanjanya juga akan lebih tinggi karena menggunakan surplus tahun sebelumnya. Tujuannya untuk memaksimalkan dana yang ada,” kata dia.

