JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan mulai dibuka pada 20 Agustus-6 September 2024. Pemerintah  menyediakan 250.407 formasi CPNS.

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menyebut, 250.407 formasi yang dibuka tersebut disediakan untuk talenta-talenta baru lulusan perguruan tinggi (fresh graduate). Formasi ini terbagi untuk instansi pusat 114.706 dan instansi daerah 135.701.

DIjelaskan oleh Azwar Anas, pihaknya sebetulnya sudah menyiapkan 600.000 formasi, tapi banyak daerah belum memanfaatkan formasi ini, baik karena problem anggaran maupun problem formasi yang tidak sesuai. Maka dari itu, pada tanggal 20 Agustus nanti, baru 250.407 formasi yang dibuka.

“Tidak semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menggunakan formasi yang sudah kita siapkan untuk yang fresh graduate, dengan berbagai alasan,” ujar Azwar Anas saat ditemui di kompleks parlemen usai agenda Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (16/8/2024).

Baca Juga

Jokowi Ingin Indonesia Konsisten Transisi Energi

Kuota untuk Kalimantan
Lebih lanjut, Azwar Anas menerangkan, dari formasi CPNS yang dibuka ini, sebanyak 60.000 di antaranya akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan. 

“Ada kurang lebih 60.000 formasi dari pemerintah pusat yang menempel di kementerian/lembaga akan ke IKN. Jadi, misalnya ada kementerian/lembaga yang mengusulkan, itu nanti tinggal dipindah ke IKN, di mana mereka anak-anak yang punya talenta digital dan multitasking,” ujarnya.

Baca Juga

Jangan Keliru! Begini Perbedaan Trem Otonom IKN dengan Bus Gandeng Perkotaan


Dijelaskan oleh Azwar Anas, dari 60.000 formasi yang akan ditempatkan di IKN tersebut, sebanyak 3.000 di antaranya diperuntukkan bagi putra-putri Kalimantan.

“Kami memberi afirmasi dari 60.000 itu 5% untuk putra-putri Kalimantan. Ini supaya mereka punya kesempatan untuk mengabdi di IKN,” ungkap Azwar Anas.

Ia menegaskan, hal ini dilakukan agar putra putri Kalimantan tersebut tidak bersaing dengan fresh graduate dari Jawa. Porsi 5% ini juga berdasarkan saran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).