DBS Sebut Dolar AS Masih akan Cukup Kuat Siapapun Presiden AS Nantinya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank DBS Indonesia melalui DBS Group Research menyampaikan pandangannya terkait pergerakan rupiah jika Donald Trump maupun Kamala Harris memenangkan Pilpres AS 2024 pada November mendatang. Di sisi lain, dolar Amerika Serikat (AS) masih akan tetap kuat terlepas dari siapa pun yang akan memenangkan Pilpres AS 2024.
"Untuk kebijakan, baik Trump maupun Harris, kalau mereka menang, tetap akan lebih ke pro-Amerika, dan tentunya ini berdampak terutama ke China. Dua-duanya kelihatannya masih tetap negatif terhadap China dan fokus ke domestik ekonomi. Nah, dengan kondisi seperti itu, maka siapapun yang menang, kelihatannya dolar masih akan cukup kuat," ujar Senior Economist DBS Bank Radhika Rao dalam acara DBS Group Interview di Uncle Z Kopitiam, Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Namun demikian, Radhika membeberkan, dolar AS nantinya tidak sekuat sekarang. Menurutnya, dolar AS mungkin melemah tapi tidak terlalu banyak.
Sehingga, kata Radhika, kalau dilihat dari posisi Bank Indonesia (BI), mungkin dari sisi penurunan suku bunga tidak akan seagresif Bank Sentral Amerika.
"Jadi, kalau Bank Sentral Amerika mungkin turunkan dua kali tahun ini, dan empat kali tahun depan, mungkin BI tidak akan sebanyak itu. Jadi, kalau kita lihat dengan posisi seperti itu, meskipun rupiah juga volatilitasnya mungkin masih bisa terjaga. Tapi, secara policy kelihatannya BI saat ini kita melihat BI mungkin tidak akan seagresif," jelas Radhika.

