Waduh! Tren “Mantab” Meningkat di Masyarakat Bawah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks tabungan masyarakat, khususnya kelompok bawah atau konsumen dengan saldo tabungan di bawah 1 juta terus menurun.Akibatnya, saat ini terjadi tren “mantab” alias makan tabungan di kalangan masyarakat bawah.
Menurut data Mandiri Spending Index, tingkat belanja kelompok bawah terus meningkat, yaitu mencapai 269,2 pada kuartal IV-2023. Sebaliknya, indeks tabungan turun ke level 47,4. Rata-rata kontribusi belanja mencapai 18%.
Baca Juga
Bank Mandiri Buka 10.000 Rekening Tabungan bagi Penyandang Disabilitas
“Nah, ini tantangan apabila kita breakdown secara detail, ada tren di mana indeks tabungan menurun. Itu terjadi di kalangan masyarakat kelompok bawah,” ungkap Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro dalam Media Gathering Bank Mandiri Economic Outlook 2023 secara daring di Jakarta, Selasa (19/12/2023).
Head of Bank Mandiri Institute, Yudo Wicaksono menambahkan, pada 2024 indeks tabungan masyarakat kemungkinan besar tidak setinggi 2022. Itu dipicu pembatasan sosial pada masa pandemi 2022 yang menyebabkan akumulasi tabungan masyarakat. Pandemi usai pada 2023 sehingga masyarakat mulai menarik tabungannya.
“Apakah kita akan melihat tabungan tahun ini seperti pada 2022? Mungkin tidak dalam waktu dekat, karena 2022 base-nya lumayan tinggi. Kemudian, dampaknya juga relatif terbatas kepada konsumsi secara umum, karena kontribusi dari kelompok bawah lumayan kecil,” tutur Yudo.
Baca Juga
Andry dan Yudo menyebutkan, pemerataan tingkat konsumsi kelompok bawah menjadi tugas pemerintah, khususnya lewat pemberian bansos dan berbagai upaya menjaga inflasi. Soalnya, kontribusi konsumsi kelompok bawah relatif kecil dibandingkan kelompok menengah dan kelompok atas yang memiliki rata-rata konsumsi belanja masing-masing sebesar 31% dan 51%.
“Ini jadi PR untuk pemerintah, bagaimana mendorong daya beli masyarakat kelompok bawah melalui berbagai kebijakan, terutama lewat pemberian bansos supaya terjadi pemerataan dari sisi indeks belanja, bukan hanya dari kelompok menengah dan atas,” ujar Andry.

