Kacau! Donald Trump Sarankan Iran Tidak Datang ke Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Keinginan Iran untuk memboikot Piala Dunia 2026 mendapatkan respons Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia menyarankan Team Melli sebaiknya tidak ikut turnamen demi alasan keamanan.
Ketegangan geopolitik berdampak langsung pada sepak bola internasional. Timnas Iran dilaporkan memilih menarik diri dari Piala Dunia 2026 setelah konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya sejak akhir Februari.
Keputusan tersebut disampaikan pemerintah Iran yang menilai situasi saat ini tidak memungkinkan bagi tim nasional mereka untuk berpartisipasi di turnamen tersebut.
Baca Juga
Aston Villa Kalahkan Lille di Liga Europa, Unai Emery Catat Rekor Baru
“Mengingat pemerintah yang korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang layak untuk berpartisipasi di Piala Dunia,” ujar Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali dalam wawancara dengan media lokal Iran, IRIB Sports Network.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SkySportsNews/status/2032137620508066258?ref_src=twsrc%5Etfw
Sebelumnya Iran telah memastikan tempat di putaran final dan masuk dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, serta Selandia Baru. Iran dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Merespons hal itu, Donald Trump juga memberikan tanggapan. Awalnya, dia tidak memvermasalahkan kehadiran Iran. Tapi, dia sekarang mengisyaratkan bahwa kehadiran Iran di Amerika Serikat tidak disarankan karena alasan keamanan.
“Timnas Iran dipersilakan untuk Piala Dunia, tapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan hidup mereka sendiri,” tulis Trump di media sosial.
Jika Iran tetap bersedia bermain, FIFA masih memiliki opsi untuk memindahkan seluruh pertandingan mereka ke dua tuan rumah lainnya, yakni Kanada dan Meksiko. Tapi, jika keputusan mundur benar-benar final, slot Iran kemungkinan akan diberikan kepada negara Asia lain.
Dua tim yang disebut memiliki peluang menggantikan posisi Iran adalah Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) berdasarkan hasil di babak kualifikasi. Tapi, FIFA dapat mengambil keputusan lain karena regulasi tidak mewajibkan penggantinya harus berasal dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga
Jadi Penyelamat AS Roma Lawan Bologna, Lorenzo Pellegrini Dibela Gian Piero Gasperini

