Pemerintah Australia Lindungi Pemain Timnas Putri Iran, Donald Trump Beri Apresiasi
Poin Penting
|
MELBOURNE, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Australia yang memberikan perlindungan kepada sejumlah pemain Timnas Putri Iran yang meminta suaka seusai tersingkir dari Piala Asia Putri 2026.
Perjalanan Iran di turnamen yang berlangsung di Australia itu berakhir pada Minggu (8/3/2026). Tim asuhan Marziyeh Jafari harus puas berada di posisi terakhir Grup A setelah menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mengoleksi satu pun poin.
Situasi memanas setelah Iran kalah 0-2 dari Timnas Putri Filipina pada laga terakhir fase grup. Sehari berselang, lima pemain Iran dilaporkan meninggalkan pemusatan latihan tim dan menuju rumah aman yang berada di bawah pengawasan Polisi Federal Australia bersama otoritas terkait.
Baca Juga
Kisah Kontroversi Timnas Putri Iran: Setelah Tolak Lagu Kebangsaan, Sekarang Dapat Suaka
Kelima pemain tersebut adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi. Mereka disebut memilih mencari perlindungan karena khawatir menghadapi tekanan atau tindakan represif apabila kembali ke Iran.
Kontroversi ini berawal ketika para pemain Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan pertama melawan Timnas Putri Korea Selatan. Sikap tersebut diduga merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah Iran, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak perempuan. Tindakan itu memicu kecaman keras dari pihak berwenang di Iran yang menilai para pemain telah mencoreng nama negara.
Pemerintah Australia kemudian memastikan para pemain tersebut mendapatkan perlindungan sementara. Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke bahkan sempat mengunggah foto bersama kelima atlet tersebut di lokasi perlindungan, sambil menegaskan mereka mendapat tempat tinggal yang aman.
Langkah itu mendapat dukungan dari Donald Trump. Dia mengaku telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengenai situasi para pemain Iran saat ini.
“Saya baru berbicara kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese terkait Timnas Putri Iran. Dia sudah melakukannya! 5 pemain sudah diterima dan sisanya sedang diusahakan. Beberapa, sayangnya, merasa harus pulang karena mereka khawatir dengan keselamatan keluarga mereka, termasuk ancaman bagi anggota keluarga pemain yang tidak kembali,” tulis Donald Trump di Twitter.
“Apa pun itu, Perdana Menteri sudah melakukan pekerjaan bagus untuk ini di tengah situasi yang rumit. Tuhan memberkati Australia!” lanjut Donald Trump.
Baca Juga
Momen Tawuran Aneh di Kompetisi Brasil, Wasit Cabut 23 Kartu Merah

