Inter Milan Dikalahkan Liverpool, Cristian Chivu Beberkan Penyebabnya
Poin Penting
|
MILAN, investortrust.id – Pelatih Inter Milan Cristian Chivu menilai timnya layak mendapatkan hasil imbang saat kalah 0-1 dari Liverpool di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB. Tapi, dua cedera penting di babak pertama serta keputusan penalti kontroversial menjadi faktor penentu hasil akhir.
Inter Milan sempat mengimbangi permainan The Reds hingga menit-menit akhir, sebelum VAR menilai tarikan halus Alessandro Bastoni terhadap Florian Wirtz sebagai pelanggaran di kotak penalti.
Saat itu, Florian Wirtz terjatuh dramatis dan wasit akhirnya menunjuk titik putih. Itu sebuah keputusan yang memicu protes keras dari kubu tuan rumah. “Saya rasa hasil yang paling adil adalah imbang, tetapi kami pulang tanpa apa pun,” ujar Cristian Chivu, dilansir Sky Sport Italia.
Baca Juga
Kalahkan Sporting Lisbon, Bayern Muenchen Lolos ke Fase Knock-out Liga Champions
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Inter/status/1998513438818201728?ref_src=twsrc%5Etfw
“Kami kehilangan energi sejak babak pertama dan harus melakukan dua pergantian pemain lebih awal. Itu sangat mempengaruhi struktur permainan kami,” tambah Cristian Chivu.
Inter Milan dipaksa mengganti Hakan Calhanoglu dan Francesco Acerbi dalam 30 menit pertama, sehingga Cristian Chivu kehabisan fleksibilitas untuk melakukan rotasi di babak kedua. Kondisi itu membuat I Nerazzurri kesulitan mempertahankan intensitas permainan.
Cristian Chivu menilai pola pertandingan sebenarnya berubah memihak Inter Milan sebelum kehabisan tenaga. “Kami mulai menemukan ruang dan mulai mematahkan pressing mereka. Namun, setelah cedera itu, kami tidak punya opsi untuk menyegarkan permainan,” katanya.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun di Liga Champions karena gol telat, sebelumnya dari Atletico Madrid. “Dua laga terakhir kami kehilangan poin di menit akhir. Kami bertarung sampai akhir, tetapi beberapa keputusan di sepertiga akhir kurang optimal dan situasi cedera sangat berpengaruh,” ujar Cristian Chivu.
“Saya jarang membahas wasit. Namun, dalam level seperti ini, penting memahami dinamika permainan. Wasit berada dalam posisi bagus dan tidak menganggap itu pelanggaran. VAR harus mempertimbangkan konteks, bukan hanya gambar statis,” pungkas Cristian Chivu.
Baca Juga
Lupakan Kekalahan Atalanta di Liga Champions, Chelsea Tatap Everton di Liga Premier

