Kalah Adu Penalti, Nigeria Tuduh RD Kongo Gunakan Voodoo
Poin Penting
|
RABAT, investortrust.id – Pelatih Nigeria Eric Chelle menuduh Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) menggunakan voodoo setelah kalah adu penalti dalam final Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika di Stade Moulay Hassan, Senin (17/11/2025) dini hari WIB.
RD Kongo berpotensi mencetak sejarah Piala Dunia perdana sejak 1974 setelah memastikan tiket play-off interzone seusai menyingkirkan Nigeria lewat drama adu penalti 4-3 (1-1) yang mendebarkan. Dari enam penendang, tiga gagal dari Nigeria dan dua pemain RD Kongo.
Nigeria sebenarnya sempat membuka keunggulan cepat lewat sepakan Frank Onyeka pada menit ketiga. RD Kongo bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Meschak Elia. Skor 1-1 bertahan hingga akhir.
Baca Juga
Portugal Lolos, Cristiano Ronaldo Akan Main di Enam Piala Dunia
Eric Chelle couldn't contain his anger after he saw someone from the DR Congo Team using dark magic (voodoo) in the shoot outs pic.twitter.com/JvawpJxWiy
— GoldMyneTV (@GoldmyneTV) November 17, 2025
Pertandingan berlanjut ke extra time dan kedua tim tetap buntu hingga laga melewati 120 menit. Adu penalti menjadi penentu. RD Kongo tampil lebih tenang dan menang 4-3, mengamankan tiket menuju play-off interzone.
Selanjutnya, RD Kongo akan bersaing dengan satu wakil AFC, dua perwakilan Concacaf, satu tim Conmebol (Bolivia), dan satu wakil OFC (Kaledonia Baru) demi tempat tersisa di Piala Dunia 2026.
Jika lolos, ini akan menjadi sejarah baru untuk RD Kongo. Negara yang sedang dilanda perang saudara itu akan tampil perdana di Piala Dunia. Sebelumnya, RD Kongo tampil di Piala Dunia sebagai Zaire, yaitu Piala Dunia 1974 di Jerman. Ketika itu, mereka kalah tiga kali.
Setelah pertandingan, Nigeria menyebut ada kejanggalan di lapangan, khususnya dalam babak tos-tosan. Sang nakhoda, Eric Chelle, menyebut RD Kongo menggunakan voodoo saat drama adu penalti diselenggarakan setelah babak perpanjangan waktu.
Dia mengacu pada insiden ketika Chancel Mbemba mencetak penalti kemenangan RD Kongo. Saat itu, Eric Chelle berhadapan dengan beberapa anggota staf RD Kongo, termasuk pelatih kepala Sebastien Desabre. Dia harus dipisahkan oleh anggota tim pelatih Nigeria agar situasinya tidak semakin panas.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Eric Chelle memberi penjelasan. "Orang-orang RD Kongo sedang melakukan maraboutage (aktivitas magis). Selama penalti, para pemain Kongo melakukan voodoo. Mereka mengibaskan sesuatu, saya tidak tahu itu apa, tapi mereka melakukannya setiap kali (tendangan dilakukan)," ucap Eric Chelle.
Baca Juga
Puasa 28 Tahun, Norwegia Akhirnya Kembali Main di Piala Dunia
“During all the penalties, the guy from DR Congo did some voodoo.”
— ESPN Africa (@ESPNAfrica) November 17, 2025
Nigeria head coach Éric Chelle explains why tempers flared between him and the DR Congo staff at the end of the World Cup playoff final. pic.twitter.com/nMyTIcqlTT

