Eks Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu Dituduh Korupsi Rp532 Miliar
Poin Penting
|
BARCELONA, investortrust.id – Eks Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, kembali terseret kasus hukum. Dia dituduh melakukan penipuan terkait sejumlah kejanggalan dalam pembayaran transfer pemain selama masa kepemimpinannya. Pengadilan di Barcelona telah memanggil Bartomeu untuk memberikan kesaksian terkait dugaan tersebut.
Menurut laporan Cadena SER, hakim penyidik memanggil Bartomeu guna menjelaskan berbagai transaksi yang dianggap tidak wajar.
Kasus ini dibuka berdasarkan aduan dari Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta, yang juga merupakan penerus Bartomeu. Perseteruan keduanya semakin menegaskan adanya perpecahan politik yang tajam di internal klub.
Bartomeu dijadwalkan hadir di pengadilan pada 24 Oktober bersama mantan CEO Barcelona, Oscar Grau. Keduanya menghadapi tuduhan penipuan.
Baca Juga
Lupakan Kekalahan Dari Atletico Madrid, Real Madrid Tatap Liga Champions
Selain itu, pengacara Jose Angel Gonzalez Franco juga akan dimintai keterangan pada 4 Desember terkait perannya dalam transfer Antoine Griezmann dari Atletico Madrid pada 2019 yang bernilai €120 juta (Rp2,1 triliun).
Dalam aduannya, Laporta menuding kebijakan transfer Bartomeu menyebabkan kerugian hingga €30 juta (Rp532 miliar) bagi keuangan klub. Laporan forensik dari lembaga investigasi Kroll mendukung klaim tersebut. Bartomeu dan jajaran direksinya kini menghadapi tuduhan penipuan, penggelapan dana, serta pemalsuan dokumen.
Dewan klub saat ini mengungkap beberapa kesepakatan transfer sarat dengan komisi tidak wajar, bahkan ada yang mencapai 33%. Kasus paling menonjol terjadi pada transfer Malcom dari Bordeaux dengan nilai €40 juta (Rp710 miliar). Dalam kesepakatan itu, Barcelona disebut membayar komisi €10 juta (Rp177 miliar) yang ditandatangani setelah kontrak resmi disepakati.
Nama Gonzalez Franco juga kembali muncul dalam dugaan aliran dana mencurigakan. Dia disebut menerima €1,7 juta (Rp30 miliar) dari proses transfer Neymar Junior dari Santos, serta mendapatkan bayaran besar dalam kesepakatan transfer Griezmann.
Laporta bahkan menuding ada pola sistematis untuk menghindari kontrol keuangan, termasuk pembayaran tidak sah sebesar €15 juta (Rp266 miliar) kepada Atletico Madrid guna mencegah sengketa hukum terkait perekrutan Griezmann.
Kasus ini mencuat hanya beberapa pekan setelah Bartomeu bersaksi di pengadilan dalam perkara “Negreira Case”. Saat itu, dia dituduh melakukan penipuan dan korupsi olahraga.
Bartomeu membantah semua tuduhan tersebut dan mengaku tidak mengetahui bahwa Jose Maria Enriquez Negreira, mantan Wakil Presiden Komite Wasit, berada di balik perusahaan yang dikontrak Barcelona untuk menyusun laporan tentang perangkat pertandingan.
Selain itu, Bartomeu juga dituding menggunakan dana klub untuk kepentingan pribadi. Kasus terbaru ini menambah panjang daftar kontroversi yang membayangi kepemimpinannya di El Barca.
Baca Juga
Arab Saudi Rilis Daftar 26 Pemain Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia
🚨| 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆: Former Barcelona president Josep Maria Bartomeu has been formally charged by Barcelona’s 16th Court following a complaint filed by current president Joan Laporta in 2022.
— BarçaTimes (@BarcaTimes) September 29, 2025
Bartomeu and former directors are accused of paying millions of euros in hidden… pic.twitter.com/rdYFYcKDt6

