Siloam (SILO) Punya Teknologi Bedah Lutut Pakai Robot, Pasien Pulih Sehari Pascaoperasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Teknologi robotik kini semakin mendominasi dunia kedokteran modern, termasuk di bidang ortopedi. Salah satu terobosan terbesar adalah penggunaan robot total knee replacement (TKR), sistem canggih yang membantu dokter bedah melakukan operasi penggantian sendi lutut dengan tingkat akurasi tinggi dibanding metode konvensional.
Siloam Hospitals Mampang, salah satu rumah sakit (RS) yang dikelola PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menjadi salah satu RS pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi robot TKR. Pasien yang menjalani operasi lutut dengan teknologi robotik dapat mulai latihan pergerakan sejak hari pertama pascaoperasi,
Operasi penggantian lutut atau TKR biasanya dilakukan pada pasien dengan kerusakan sendi akibat osteoartritis atau cedera berat. Dengan bantuan robot, prosedur ini menjadi lebih presisi, minim invasif, dan menawarkan pemulihan lebih cepat.
Baca Juga
Diatur di UU Cipta Kerja, Rumah Sakit Luar Negeri Boleh Buka Cabang di Indonesia
“Penggunaan robot dalam TKR meningkatkan ketepatan dalam memotong tulang dan menempatkan implan sesuai anatomi masing-masing pasien. Hal ini mempercepat pemulihan, mengurangi nyeri pascaoperasi, serta meningkatkan umur implan lutut,” jelas Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals Mampang, Prof. Dr. dr. Ismail Hadi Soebroto Dilogo Sp.OT. Subsp.P.L (K) dalam media gathering, di Jakarta, seperti dikutip Selasa (19/8/2205).
Robot TKR bekerja dengan teknologi navigasi real-time, memetakan anatomi lutut pasien secara detail dan membantu dokter menentukan posisi implan dengan presisi tinggi. Meski demikian, seluruh keputusan klinis tetap berada di tangan dokter. Kolaborasi antara keahlian manusia dan kecanggihan mesin inilah yang menciptakan standar baru dalam hasil operasi ortopedi.
Teknologi ini dipilih karena mampu memberikan tingkat presisi sulit dicapai dengan metode manual. Dengan panduan digital, robot memastikan sayatan lebih kecil, trauma jaringan lebih minim, serta risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah.
Keunggulan dibanding metode konvensional
Pasien yang menjalani operasi lutut dengan teknologi robotik dilaporkan dapat mulai latihan pergerakan sejak hari pertama pascaoperasi, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional yang membutuhkan waktu 1–2 hari. Selain itu, durasi operasi juga lebih efisien karena adanya perencanaan akurat dan panduan otomatis yang meminimalkan kesalahan.
Baca Juga
Teknologi Medis Futuristik! Mayapada Hospital Hadirkan Robot Bedah Lutut Pertama di Jatim
Dengan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, pasien dapat merasa lebih nyaman dan tenang menghadapi prosedur. Hal ini menjawab kekhawatiran umum terkait rasa sakit, waktu pemulihan lama, maupun hasil operasi yang tidak optimal.
Siloam Hospitals Mampang menjadi salah satu rumah sakit pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi robot TKR. Langkah ini sejalan dengan komitmen memberikan layanan ortopedi berstandar internasional dan menghadirkan pengalaman perawatan yang lebih personal, aman, dan efektif bagi pasien.
“Kehadiran teknologi robotik dalam TKR bukan hanya inovasi, tetapi juga lompatan besar menuju era baru layanan kesehatan,” tegas Prof Ismail.

