Kasus Nyeri Punggung Bawah Meningkat, Allianz Indonesia Tekankan Pentingnya Pencegahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat dari berbagai usia. Data World Health Organization (WHO) mencatat sebanyak 619 juta orang di dunia mengalami LBP dan jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 840 juta pada 2050.
Di Indonesia, penelitian tahun 2021 yang dipublikasikan PubMed Central menunjukkan sekitar 89% orang dewasa berusia 30-49 tahun pernah mengalami LBP dalam 12 bulan terakhir. Data Allianz Indonesia sepanjang 2024 juga menempatkan LBP sebagai salah satu risiko kesehatan yang sering dialami nasabah.
Provider Credentialing & Claim Cashless Medical Advisor Allianz Life Indonesia Maya Wardhani mengungkapkan, LBP umumnya ditandai rasa nyeri, ketegangan, atau kekakuan di area punggung bawah, antara tulang rusuk hingga lipatan bokong.
“Nyeri timbul disebabkan adanya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang atau saraf terjepit. Pada dasarnya penyakit ini dapat dicegah jika menerapkan langkah-langkah yang benar. Namun, apabila gejala penyakit sudah terasa, maka perlu ditangani dengan benar agar tidak mengganggu,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (9/8/2025).
Menurut Maya, LBP yang dibiarkan dapat berkembang menjadi nyeri akut, memicu kelemahan otot, gangguan berjalan, hingga masalah pada sistem saraf dan fungsi ginjal. Ia menyarankan pencegahan dilakukan sedini mungkin, antara lain memperbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, atau mengangkat barang.
Lalu menggunakan teknik mengangkat beban yang benar. Aktif bergerak melalui olahraga seperti yoga, pilates, atau berenang. Kemudian, menjaga berat badan ideal dan mengonsumsi makanan bergizi kaya kalsium dan vitamin D.
Jika gejala muncul, kata Maya, beberapa langkah pengobatan mandiri dapat dilakukan, seperti istirahat, terapi fisik, penggunaan obat anti nyeri, atau terapi panas dan dingin. Namun, untuk gejala yang berat, pasien disarankan segera berkonsultasi ke dokter neurologi atau ortopedi.
Selain itu, Allianz Indonesia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan telekomunikasi untuk mengenali gejala secara cepat dan mendapatkan penanganan awal yang tepat.
“Menjaga kesehatan punggung bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu, Allianz Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih mengenali gejalanya, mencegahnya ke arah perburukan sejak dini, dan menangani rasa sakit dengan cepat dengan tepat,” kata Maya.

