Diluncurkan Februari, PKG Akan Jadi Program Kesehatan Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan meluncurkan program kesehatan gratis (PKG) pada awal Februari 2025 mendatang. Program ini akan menjadi program kesehatan terbesar secara jangkauan kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan lancar saat diluncurkan awal Februari nanti. Akan menjadi program kesehatan terbesar jangkauannya ke masyarakat," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).
Hal ini lantaran program kesehatan gratis akan terdiri dari program stunting yang menjangkau 4,8 juta balita, program imunisasi dengan 5 juta anak, program makan bergizi gratis yang menjangkau 80 juta anak. Selain itu, terdapat program vaksinasi Covid-19 dengan jangan 200 juta warga, dan program skrining yang menjangkau 280 juta warga.
Program kesehatan gratis merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (quick win) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. PKG adalah program pemerintah yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program ini menjadi kado ulang tahun dari negara untuk rakyatnya dengan tujuan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, mencegah penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Foto: Kemenkes.
PKG diberikan kepada seluruh kelompok sasaran melalui berbagai cara, yaitu PKG hari ulang tahun ditujukan bagi bayi dan anak hingga usia 6 tahun (balita dan anak prasekolah) dan bagi usia 18 tahun ke atas (dewasa dan lanjut usia). Selanjutnya, terdapat PKG sekolah yang ditujukan bagi anak usia 7-17 tahun (usia sekolah dan remaja) yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru, dan PKG khusus yang ditujukan bagi ibu hamil, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun (balita dan anak prasekolah) yang meliputi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
PKG ulang tahun dibagi sesuai siklus hidup dan dilaksanakan di puskesmas dan klinik swasta atau fasilitas pelayanan tingkat pertama (FKTP). Jenis pemeriksaan yang diberikan akan disesuaikan dengan usia dan beban penyakit terbanyak pada setiap kelompok sasaran. Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan meliputi deteksi dini terhadap kondisi, seperti kekurangan hormon tiroid, kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD), kekurangan hormon adrenal bawaan, penyakit jantung bawaan kritis, kelainan saluran empedu, serta pertumbuhan yang mencakup berat badan dan tinggi badan.
Balita dan anak prasekolah akan menjalani pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, serta deteksi dini terhadap penyakit seperti tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus.
Pada usia dewasa, pemeriksaan akan mencakup evaluasi terhadap faktor risiko kardiovaskular, paru seperti tuberkulosis dan PPOK, deteksi dini terhadap kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus, fungsi indera, serta kesehatan jiwa, hati, dan calon pengantin.
Sementara itu, pemeriksaan pada lanjut usia (lansia) akan difokuskan pada deteksi masalah kesehatan umum, seperti geriatri (kesehatan usia lanjut), gangguan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, serta kesehatan jiwa dan hati.