BKKBN Ungkap Keterkaitan Kontrasepsi dengan Stunting
JAKARTA, investortrust.id - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN, Sundoyo, menjelaskan bahwa kontrasepsi sangat berpengaruh terhadap stunting, sebab ibu yang sering melahirkan akan berpotensi melahirkan anak stunting. Untuk itu, pemerintah melalui BKKBN mendorong terbangunnya keluarga-keluarga berkualitas.
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat empat faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak, dikenal dengan 4Terlalu, yaitu Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu sering, dan Terlalu banyak anak. Perencanaan kehamilan merupakan faktor utama untuk mencegah kematian dan memastikan kesehatan ibu dan anak.
“Dua anak sehat itu akan lebih baik daripada jumlah anak banyak tetapi tidak produktif. Hal ini pasti akan membebani keluarga dan masyarakat,” tutur Sundoyo dalam puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2024, dikutip dari keterangan resmi Senin, (30/9/2024).
Baca Juga
Sundoyo memaparkan, pertumbuhan angka kelahiran di Indonesia pada 2024 telah mencapai tingkat fertilitas pengganti (replacement level), di mana angka Total Fertility Rate (TFR) sudah berada pada 2,18 menurut Long Form Sensus BPS Tahun 2020 dan 2,14 menurut Pendataan Keluarga Tahun 2023.
Walaupun demikian, disparitas antar provinsi masih ditemukan sehingga BKKBN dinilai perlu memiliki kebijakan sesuai kondisi masing-masing daerah.
“Secara nasional pertumbuhan akseptor KB selalu meningkat. Walau demikian ada beberapa daerah, khususnya provinsi-provinsi tertentu yang letak geografisnya agak menyulitkan, masih berada di bawah angka yang kita harapkan," tambah Sundoyo.
Untuk itu, BKKBN bersama Penyuluh KB dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Babinsa TNI-AD terus melakukan advokasi kepada keluarga bagaimana membangun keluarga berkualitas melalui pencegahan stunting dan merencanakan anak dengan baik.
Pada puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2024 dilakukan juga Launching Program TNI-AD Manunggal Air, peluncuran aplikasi layanan kesehatan digital/telemedicine “Halo KB”, pemberian penghargaan Pelayanan KB Serentak, dan pengukuhan Tim Pengendalian Mutu Pelayanan KB.
Sementara itu, penanganan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi sensitif merupakan intervensi yang berkaitan dengan penyebab tidak langsung dari stunting yang umumnya berada di luar masalah kesehatan. Salah satunya melalui penyediaan air minum dan sanitasi.
Baca Juga
“Air bersih ini merupakan kebutuhan pokok di dalam kebutuhan sehari-hari. Termasuk juga menunjang kehidupan yang sehat di lingkungan keluarga,” jelas Sundoyo.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Aster Kasad), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. mengatakan tujuan pembangunan sumur bor ini selain sebagai upaya pencegahan stunting, juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Ketersediaan air bersih ini merupakan salah satu terobosan mengurangi dampak stunting, dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum. Sumber air bersih ini juga bisa membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian, perikanan dan peternakan," ujarnya.
Asal tahu, salah satu rangkaian peringatan puncak Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2024 adalah pelaksanaan Pelayanan KB Serentak di Seluruh Indonesia yang diilaksanakan pada 10 - 20 September 2024. Dari target 1.416.663 akseptor KB, telah tercapai sebanyak 1.880.577 akseptor. (CR-4)

