BKKBN Tolak Perzinahan, Kontrasepsi Harus Digunakan oleh Sasaran yang Tepat
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto, menegaskan BKKBN sangat menentang perzinahan. Kontrasepsi harus digunakan oleh sasaran yang tepat.
"Remaja itu memang unik. Remaja yang menjelang nikah harus ingat, undang-undang itu diperbolehkan beli alat kontrasepsi dengan anak umur 15, 16, 17 tahun asalkan sudah menikah. Maka dari itu yang diberikan alat kontrasepsi jangan yang masih SMP dan belum menikah. Yang diperbolehkan beli alat kontrasepsi sebetulnya harus disesuaikan dengan norma agama juga. Yang mau nikah berjanji sebelum sah jangan melakukan hubungan seks," ujar Hasto, dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (7/8/2024).
Ia menghimbau, kepada para perempuan untuk menjaga aurat, sebab laki-laki sangat mudah untuk terangsang karena pandangan. Di samping itu, Hasto juga mengatakan bahwa volume otak manusia mempengaruhi keadaan otaknya. Semakin lengkap terbentuk dengan baik akan semakin cerdas.
Baca Juga
Kontroversi Kontrasepsi Remaja, Moeldoko Nilai Harus Ada Titik Temu Agama dan Kesehatan
Kemudian, ia juga meminta agar para calon pengantin juga mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. "Daging sapi dan lele lebih baik lele karena protein lele lebih tinggi dari daging sapi. Omega 3 nya dan DHA nya lebih tinggi dari daging sapi yang mengandung lemak jenuh. Ingat ya semua ikan sangat baik," jelasnya.
Ia menegaskan, orang tua harapannya dapat mendidik anak sesuai zamannya. Hal ini dikarenakan anak tidak lahir di zaman orang tua lahir. Sehingga, ia mengatakan bahwa orang tua yang seharusnya menyesuaikan, bukan anak-anak yang menyesuaikan orang tua.
Baca Juga
Atasi Stunting, BKKBN Sultra Perkuat Sistem Manajemen Risiko
Pada kesempatan ini, Hasto juga berpesan agar para perempuan jangan melakukan hubungan seks saat menstruasi, karena alat kelamin tidak ada yang bersih. Sebab, apabila perempuan sedang mengalami mens kemudian melakukan hubungan seks dan pada saat kontraksi, puncaknya, darah menstruasi itu akan naik kembali.
"Kalau sebelum nikah mensnya tidak sakit dan setelah nikah menjadi sakit, jangan-jangan anda sudah pernah hubungan seks pada saat mensnya belum bersih. Itulah kenapa agama melarang pada saat nifas tidak boleh berhubungan seks. Ternyata clear, akan menimbulkan penyakit, salah satunya endometriosis," pungkas Hasto.

