Kisah Frank Lampard Kembalikan Coventry City ke Liga Premier Sebagai Juara Championship
Poin Penting
|
COVENTRY, investortrust.id – Coventry City asuhan Frank Lampard resmi memastikan diri sebagai juara Championship setelah menang telak atas Portsmouth, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, sekaligus menutup musim dengan cara yang meyakinkan.
Malam itu terasa berbeda di CBS Arena. Sorak-sorai suporter menggema lebih lama dari biasanya, seolah merayakan bukan hanya kemenangan, tetapi sebuah perjalanan panjang yang akhirnya menemukan puncaknya.
Tim asuhan Frank Lampard tampil dominan sejak awal. Gol pembuka datang cepat lewat sundulan Haji Wright yang memanfaatkan sepak pojok Jack Rudoni. Momentum itu seakan menjadi penanda bahwa tuan rumah tak ingin menunda pesta juara mereka.
Baca Juga
Nyaris Kalahkan Inter Milan, Cesc Fabregas Tegaskan Posisi Como di Italia
Selepas jeda, pertandingan praktis menjadi milik Coventry. Kesalahan kiper Portsmouth, Nicolas Schmid, yang gagal mengontrol bola backpass, dimanfaatkan dengan dingin oleh Ephron Mason-Clark untuk menggandakan keunggulan. Tak lama berselang, tekanan Coventry kembali berbuah hasil saat Regan Poole mencetak gol bunuh diri setelah mencoba mengantisipasi umpan silang rendah Milan van Ewijk.
Portsmouth sempat memperkecil ketertinggalan melalui sepakan jarak jauh Adrian Segecic. Namun harapan itu tak bertahan lama. Mason-Clark kembali mencetak gol setelah kombinasi apik dengan Victor Torp, sebelum Kaine Kesler-Hayden menutup pesta gol di masa tambahan waktu.
Di balik kemenangan besar itu, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Bagi Coventry, gelar ini melengkapi kebangkitan luar biasa mereka, dari penantian panjang selama 25 tahun untuk kembali ke Premier League, hingga kini memastikan diri sebagai kampiun Championship. Ini menjadi kali pertama mereka finish di puncak klasemen penuh sejak 1967.
Lampard pun tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, cara timnya meraih gelar sama pentingnya dengan trofi itu sendiri.
“Ini sangat pantas bagi para pemain untuk meraihnya dengan cara seperti ini di CBS Arena. Saya benar-benar ingin mereka menyelesaikannya dengan cara yang tepat, dan malam ini terasa sempurna,” ujar Lampard, dilansir BBC Sport.
“Kami ingin bermain dengan gaya yang membuat suporter senang datang ke stadion, tapi juga tidak mudah kebobolan. Itu menjadi peningkatan besar dibanding musim lalu. Penampilan malam ini adalah pelengkap yang indah,” lanjut Lampard.
Di sisi lain, meski kalah, Portsmouth tetap memiliki alasan untuk tersenyum. Hasil di pertandingan lain memastikan mereka bertahan di Championship, sehingga para pendukung tetap bisa merayakan keberhasilan menghindari degradasi.
Kini, dengan gelar sudah di tangan, Coventry bisa menikmati sisa musim tanpa tekanan. Laga berikutnya melawan Wrexham akan menjadi kesempatan untuk merayakan bersama suporter, sebelum mereka kembali ke panggung tertinggi sepak bola Inggris musim depan.
Baca Juga
David Neres Kembali Berlatih, Napoli Berharap Bisa Main Sebelum Musim Berakhir

