Respons Tendangan Kungfu di Elite Pro Academy U-20, Nova Arianto Janjikan Hukuman Keras
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto mengeluarkan ultimatum terkait insiden memalukan dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Dia memastikan hukuman keras kepada pelakunya.
Insiden yang mencoreng sportivitas terjadi dalam kompetisi junior Indonesia. Saat itu, Bhayangkara FC bertanding melawan Dewa United. Hasilnya, Dewa United menang 2-1.
Namun, setelah pertandingan berakhir, ada ketegangan yang terjadi di pinggir lapangan. Sejumlah pemain dari kedua tim terlibat aksi saling dorong yang kemudian memicu keributan. Situasi semakin memanas ketika beberapa pemain menunjukkan tindakan agresif yang dinilai berbahaya.
Baca Juga
Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 2026, Pelatih Thailand Sirisak Yodyardthai Mundur
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah aksi pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga. Jebolan Timnas U-17 Indonesia yang diproyeksikan membela Timnas U-20 Indonesia itu terekam kamera lencarkan tendangan kungfu kepada pemain lawan, Rakha Nurkholis, di tengah kericuhan tersebut.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/TimnasXtra/status/2045915479462789594?ref_src=twsrc%5Etfw
Atas insiden itu, Nova Arianto mengecam keras. Dia menyayangkan kejadian itu, terlebih karena melibatkan pemain muda yang sedang dalam proses pembentukan karakter dan mental bertanding. Dia menilai, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi, apalagi oleh pemain yang berstatus Timnas U-20 Indonesia.
“Melihat yang terjadi di Pertandingan EPA U20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan dan pastinya apapun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk di contoh pemain lainnya,” ujar Nova Arianto dalam pernyataan resminya.
“Saat ini kami sedang mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain timnas usia muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya,” lanjut Nova Arianto.
“Saat ini, tim pelatih masih melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah pembinaan,” beber Nova Arianto.
Fadly Alberto Hengga, yang menjadi pelaku tendangan kungfu itu dikenal sebagai salah satu personel Garuda Muda asuhan Nova Arianto saat tampil di Piala Dunia U-17 2025. Alumnus Qatar itulah yang sekarang akan menjadi tulang punggung Timnas U-20 Indonesia di berbagai ajang.
“Selalu respect dengan apapun yang berada di lapangan dan semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali,” tutup Nova Arianto.
Baca Juga
Tanpa Indonesia dan Thailand, Inilah Jadwal Semifinal Piala AFF U-17 2026

