Wall Street Melesat Didorong Harapan Akhir Perang Iran, Dow Terbang Lebih 1.100 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik tajam pada Selasa waktu AS atau Rabu (1/4/2026) WIB.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.125,37 poin, atau 2,49%, dan ditutup di 46.341,51. Indeks S&P 500 naik 2,91% ke 6.528,52, sementara Nasdaq Composite melesat 3,83% ke 21.590,63. Ketiga indeks tersebut mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Mei.
Baca Juga
Trump Klaim Ada Kemajuan Diplomasi, Namun Ancam Hancurkan Energi Iran
Lonjakan di Wall Street terjadi setelah ada laporan yang belum dikonfirmasi menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah jaminan.
Pezeshkian sebelumnya juga menyampaikan pernyataan serupa awal bulan ini melalui platform X, bahwa “satu-satunya cara mengakhiri perang ini — yang dipicu oleh Israel dan AS — adalah pengakuan atas hak sah Iran, pembayaran reparasi, dan jaminan internasional yang kuat terhadap agresi di masa depan.”
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa ia bersedia mengakhiri permusuhan militer di Timur Tengah meskipun Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.
New York Post kemudian melaporkan bahwa Trump meyakini perang Iran kemungkinan akan segera berakhir, dengan negara lain mengambil peran utama dalam membuka kembali Selat Hormuz.
Sektor teknologi, yang sebelumnya tertekan sejak konflik dimulai, mengalami kenaikan luas. Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) ditutup naik lebih dari 4%. Saham Nvidia melonjak 5,6%, sementara Microsoft naik 3,1%.
“Setiap langkah menuju akhir perang secara keseluruhan disukai pasar saham, sehingga Anda melihat reli pelepasan tekanan ini. Namun, kita belum sepenuhnya keluar dari risiko. Intinya, jika masalah minyak belum terselesaikan, maka tekanan akan tetap ada,” beber Eric Diton, president The Wealth Alliance, dikutip CNBC.
Harga minyak Brent tetap tinggi setelah Bloomberg melaporkan bahwa Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Kantor media pemerintah Dubai menyatakan tidak ada korban luka dan “keselamatan seluruh 24 awak kapal telah terjamin.”
Baca Juga
Minyak Brent Melonjak, Pasar Energi Global Masuk Fase Darurat
Kontrak berjangka Brent ditutup naik 4,94% di US$118,35 per barel — penutupan tertinggi sejak 16 Juni 2022. Namun, kontrak West Texas Intermediate ditutup turun 1,46% ke US$101,38 per barel.
Nasdaq masih lebih dari 10% di bawah puncak intraday terbarunya. Dow dan S&P 500 masing-masing turun lebih dari 8% dan 6% dari level tertinggi terbaru mereka.
Selasa menandai hari terakhir bulan ini. S&P 500 turun 5,1% sepanjang Maret, kinerja bulanan terburuk sejak 2022. Dow merosot 5,4%, mengakhiri tren kenaikan 10 bulan berturut-turut. Nasdaq turun 4,8%.
Ketiga indeks utama juga mencatat kuartal negatif. Nasdaq memimpin penurunan dengan kehilangan lebih dari 7%, diikuti S&P 500 turun 4,6% dan Dow melemah 3,6%.
Namun, indeks saham kecil Russell 2000 justru berlawanan arah, naik sekitar 0,6% sepanjang kuartal.

