Laba Nvidia Melonjak Hampir Dua Kali Lipat Berkat ‘Booming’ AI
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Nvidia pada Rabu (25/2/2026) melaporkan hasil kuartal keempat fiskal yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan 75% di bisnis inti data center. Sahamnya naik hingga 2% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Baca Juga
Wall Street Reli Ditopang Nvidia dan Saham AI, Indeks Dow Melonjak Lebih 300 Poin
Laba per saham Nvidia disesuaikan sebesar US$1,62, sedangkan estimasi analis LSEG sebesar US$1,53. Pendapatan Nvidia US$68,13 miliar. Lebih tinggi dari estimasi sebesar US$66,21 miliar.
Total pendapatan Nvidia untuk kuartal itu melonjak 73% dari US$39,3 miliar setahun sebelumnya. Perusahaan kini memperoleh lebih dari 91% penjualannya dari unit data center, yang menampung chip kecerdasan buatan (AI) unggulannya.
Pendapatan data center mencapai US$62,3 miliar pada kuartal tersebut, melampaui ekspektasi sebesar US$60,69 miliar, menurut StreetAccount.
Laba bersih hampir dua kali lipat menjadi US$43 miliar, atau US$1,76 per saham, dari US$22,1 miliar, atau 89 sen per saham, pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, menurut siaran pers perusahaan.
Proyeksi juga lebih baik dari perkiraan. Nvidia menyatakan pendapatan kuartal pertama fiskal akan mencapai US$78 miliar, plus atau minus 2%. Analis sebelumnya memperkirakan US$72,6 miliar. Nvidia menyatakan tidak memasukkan asumsi pendapatan data center dari China dalam proyeksinya.
Dilansir CNBC, saham Nvidia mengungguli seluruh saham megacap sejawatnya sepanjang tahun ini, karena perusahaan terus menjadi penerima manfaat utama dari ledakan AI. Hingga penutupan Rabu, sahamnya naik 5% sepanjang 2026, sementara Nasdaq Composite turun 0,4%. Satu-satunya perusahaan lain dalam klub valuasi triliunan dolar yang mencatat kenaikan tahun ini adalah Apple, yang naik kurang dari 1%.
Wall Street telah mendapat gambaran awal dari Nvidia ketika empat hyperscaler utama — Alphabet, Amazon, Meta dan Microsoft — melaporkan hasil kuartalan beberapa minggu lalu. Berdasarkan proyeksi belanja modal mereka serta estimasi analis, total capex gabungan tahun ini bisa mendekati US$700 miliar seiring raksasa teknologi membangun infrastruktur AI.
Dalam komentar CFO, Nvidia menyebut hyperscaler “tetap menjadi kategori pelanggan terbesar kami,” yang menyumbang sedikit di atas 50% pendapatan data center.
Dalam bisnis data center, Nvidia melaporkan penjualan sebesar US$10,98 miliar untuk komponen jaringan perusahaan, yang digunakan untuk menghubungkan ratusan GPU. Penjualan tersebut naik 263% secara tahunan, mencerminkan adopsi kuat teknologi jaringan NVLink serta switch Ethernet Spectrum-X, dengan kesepakatan baru dari raksasa seperti Meta.
Unit gaming Nvidia, yang sebelumnya merupakan bisnis terbesar, mencatat pertumbuhan pendapatan 47% secara tahunan menjadi US$3,7 miliar, namun turun 13% dibanding kuartal sebelumnya. Analis berspekulasi Nvidia mungkin melewatkan peluncuran GPU gaming baru tahun ini, karena keterbatasan memori memaksa produsen chip memprioritaskan prosesor AI. Bagi Nvidia, itu berarti akselerator AI yang sebagian besar dijual dalam sistem rak skala besar seperti 72-GPU Grace Blackwell.
Memori menjadi area kekhawatiran potensial bagi investor akibat kelangkaan global.
Perusahaan memperkirakan kendala pasokan akan menjadi hambatan bagi bisnis Gaming Nvidia “pada kuartal pertama fiskal 2027 dan seterusnya,” tulis kepala keuangan Colette Kress.
Antusiasme juga meningkat menjelang peluncuran sistem rak generasi berikutnya Vera Rubin, penerus Grace Blackwell, akhir tahun ini. Vera Rubin diharapkan memberikan performa 10 kali lebih besar per watt, menghadirkan efisiensi energi di saat pusat data menghadapi keterbatasan daya besar.
Perusahaan menyatakan memperluas rantai pasokan di luar Asia ke AS dan Amerika Latin. Nvidia kini memproduksi GPU Blackwell di fasilitas fabrikasi chip baru Taiwan Semiconductor Manufacturing Company di Arizona, dan sebagian sistem raknya dirakit di pabrik besar baru Foxconn di Meksiko.
“Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasokan kami, menambah ketahanan dan redundansi, serta memenuhi permintaan infrastruktur AI yang terus meningkat. Kemampuan kami meningkatkan kapasitas manufaktur akan bergantung pada kemampuan ekosistem manufaktur di wilayah setempat untuk meningkatkan produksi ke volume yang dibutuhkan secara tepat waktu,” beber Nvidia dalam laporan keuangannya.
Dalam segmen otomotif, yang mencakup chip untuk mobil dan robot, Nvidia melaporkan penjualan US$604 juta pada kuartal tersebut, naik 6% secara tahunan namun di bawah ekspektasi analis sebesar US$654,8 juta, menurut StreetAccount.
Untuk bisnis visualisasi profesional, Nvidia melaporkan pendapatan US$1,32 miliar pada kuartal tersebut, naik 159% secara tahunan dan melampaui ekspektasi US$755,4 juta.
Nvidia juga menggelontorkan dana besar ke laboratorium AI dan perusahaan lain di industri, termasuk mengambil kepemilikan besar di produsen chip Intel. Dalam laporan tahunan, perusahaan menyebut telah menginvestasikan US$17,5 miliar ke perusahaan swasta dan dana infrastruktur sepanjang tahun, “terutama untuk mendukung startup tahap awal.” Investasi tersebut “mungkin tidak menjadi menguntungkan dalam jangka pendek, atau sama sekali, dan tidak ada jaminan kami akan merealisasikan imbal hasil atas investasi tersebut,” kata Nvidia.
Baca Juga
CEO Jensen Huang mengatakan kepada analis bahwa Nvidia terus “bekerja dengan OpenAI menuju kesepakatan kemitraan dan percaya kami sudah dekat.” Kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan senilai US$100 miliar pada September, namun kesepakatan tersebut belum difinalisasi.
Dalam laporan kuartalan Rabu, Nvidia mencatat tidak ada jaminan “bahwa transaksi akan diselesaikan.”

