Tumbuh 0,1% pada Q4-2025, Jepang Terhindar dari Resesi
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Ekonomi Jepang tumbuh 0,1% pada kuartal keempat 2025 dibandingkan tiga bulan sebelumnya, sehingga terhindar dari resesi teknis.
Baca Juga
Yield Obligasi Pemerintah Jepang 40 Tahun Melonjak, Tembus Rekor 4%
Meski terjadi pembalikan dari kontraksi 0,7% pada kuartal ketiga, produk domestik bruto tersebut meleset dari ekspektasi ekspansi 0,4% menurut jajak pendapat ekonom oleh Reuters.
Resesi teknis umumnya didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.
Dilansir CNBC, secara tahunan (annualized), output naik 0,2%. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan 1,6%, setelah turun 2,3% pada kuartal sebelumnya.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, PDB kuartal keempat tumbuh 0,1%, melambat dari 0,6% pada kuartal ketiga. Konsumsi swasta mendorong ekspansi moderat tersebut, mengimbangi pelemahan ekspor dan belanja publik, menurut data dari Kantor Kabinet Jepang.
Setelah data dirilis, Nikkei 225 dibuka naik 0,12%, sementara yen melemah 0,25% ke level 153,06 terhadap dolar AS.
Bank of Japan pada Januari menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9% dari 0,7%. Bank sentral juga meningkatkan proyeksi untuk tahun fiskal 2026 menjadi 1% dari sebelumnya 0,7%.
Bank sentral menyatakan pihaknya memperkirakan ekspansi moderat seiring negara-negara lain kembali ke jalur pertumbuhan. BOJ juga menyebut melihat adanya siklus positif kenaikan harga dan upah, yang didukung langkah-langkah ekonomi pemerintah serta kondisi keuangan yang akomodatif.
Data ini juga dirilis ketika Jepang bekerja sama dengan Amerika Serikat, mitra dagang terbesarnya yang kedua, terkait komitmen investasi senilai US$550 miliar dalam kerangka kesepakatan dagang dengan Washington.
NHK melaporkan Jumat lalu bahwa Tokyo dan Washington belum menyepakati proyek-proyek awal yang terkait dengan komitmen tersebut.
Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa dikutip mengatakan ia berharap proyek-proyek awal dapat dirampungkan sebelum Perdana Menteri Sanae Takaichi bertemu Presiden AS Donald Trump.
Trump mengumumkan pertemuan dengan Takaichi tepat sebelum pemilihan Majelis Rendah 8 Februari, yang menghasilkan kemenangan telak bagi Takaichi dan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa.
Baca Juga
Bursa Asia Menguat, Nikkei 225 Sempat Tembus 57.000 Usai Kemenangan Telak Takaichi
Setelah kemenangannya, Takaichi mengatakan Senin lalu bahwa ia akan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan investasi melalui kebijakan fiskal yang “proaktif”, meskipun tidak merinci lebih lanjut.
Sebelumnya, ia berjanji akan menangguhkan pajak makanan selama dua tahun serta meningkatkan belanja pertahanan menjadi 2% dari anggaran negara.
Sebelum pemilu, Takaichi mengumumkan anggaran rekor sebesar 122 triliun yen untuk tahun fiskal yang dimulai 1 April, menandai dua tahun berturut-turut pengeluaran tertinggi sepanjang sejarah, serta berjanji mendukung rumah tangga yang menghadapi tekanan biaya hidup.
Inflasi Jepang melambat tajam menjadi 2,1% pada Januari, level terendah sejak Maret 2022. Meski demikian, harga-harga tetap berada di atas target 2% yang ditetapkan Bank of Japan selama 45 bulan berturut-turut.

