Prabowo Teken RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
DAVOS, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto bersama dengan sejumlah pemimpin negara lainnya menandatangani peluncuran Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) siang waktu setempat. Dalam prosesi penandatanganan dokumen Dewan Perdamaian Gaza itu, Prabowo yang mengenakan peci hitam tampak duduk bersebelahan dengan Trump.
Dikutip dari Antara, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dan langsung masuk ruang VVIP atau holding room untuk menunggu acara dimulai. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono telah lebih dulu tiba di Congress Hall untuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo dan memberikan pemaparan mengenai acara kepada Presiden.
Baca Juga
Meski Picu Polemik, Trump Akan Gelar Penandatanganan Dewan Perdamaian Gaza di Davos
Presiden Trump, sebagaimana disiarkan oleh kanal YouTube resmi Gedung Putih atau White House, membuka acara pukul 11.15. Presiden Prabowo, yang mengenakan kopiah hitam dan setelan jas berwarna abu-abu, duduk di barisan depan di atas panggung bersama sejumlah pemimpin negara lainnya. Presiden Trump sempat menyapa Presiden Prabowo sebelum naik podium dan memberikan sambutan.
Selanjutnya, masing-masing kepala negara dan pemerintahan dengan didampingi Trump menandatangani dokumen Dewan Perdamaian Gaza. Prabowo menandatangani dokumen tersebut bersama dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.
Trump tampak berkelakar yang Presiden Prabowo dan PM Orban tertawa ringan. Trump juga memerhatikan saat Prabowo membubuhkan tanda tangan. Saat penandatanganan dokumen selesai, Trump menjabat tangan dan menepuk punggung Presiden Prabowo. Kepala Negara dan PM Orban kemudian menunjukkan dokumen tersebut kepada awak media.
Dewan Perdamaian Gaza, yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, merupakan tindak lanjut atas Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung dalam Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump telah mengumumkan rencana pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sejak minggu lalu dan mengundang pemimpin sejumlah negara untuk bergabung. Trump menjelaskan Dewan Perdamaian Gaza itu dapat menjadi "otoritas sementara" di Gaza, Palestina, yang di antaranya bertugas untuk mengawasi mobilisasi sumber daya internasional untuk rakyat Palestina di Gaza.
Baca Juga
Serangan Israel Masih Berlangsung di Tengah Gencatan Senjata, Korban Tewas di Gaza Tembus 70.000
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza ini bertujuan untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara atau two-State solution, bukan menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina. Indonesia akan menggunakan partisipasi ini untuk menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan, dan pemulihan tata kelola sipil Palestina yang legitimate.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan, Presiden Prabowo Subianto selalu mempertimbangkan untuk bergabung ke organisasi yang tujuannya untuk perdamaian di Gaza.
"Tapi, kalau secara apa namanya kehendak ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung, karena yang penting kan tujuannya, tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," ucap Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).
20 negara yang bergabung dengan Board of Peace, yakni:
1. Amerika Serikat
2. Bahrain
3. Marokko
4. Argentina
5. Armenia
6. Azerbaijan
7. Bulgaria
8. Hungaria
9. Indonesia
10. Yordania
11. Kazakhstan
12. Kosovo
13. Pakistan
14. Paraguay
15. Qatar
16. Arab Saudi
17. Türkiye
18. Uni Emirat Arab
19. Uzbekistan
20. Mongolia

