Di Davos, Menkeu AS Tegaskan 'America First' Bukan Amerika Sendirian
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyampaikan pesan bahwa kebijakan “America First” tidak identik dengan isolasionisme atau "Amerika sendirian" saat membuka rangkaian pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).
Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan global di tengah kekhawatiran fragmentasi perdagangan dan ketegangan geopolitik.
WEF menjadi panggung pertama Bessent sejak tiba di Swiss. Ia menegaskan bahwa pendekatan Amerika Serikat tetap membuka ruang kolaborasi internasional. “Saya di sini untuk menyebarkan pesan,” kata Bessent dilansir The National.
“Kami mengajak teman-teman dan calon teman untuk mengikuti jejak Presiden (Donald) Trump demi kemakmuran global, perdamaian, dan tatanan internasional yang dipulihkan berdasarkan perdagangan yang adil dan perdagangan yang seimbang.”
Baca Juga
Dalam pidatonya di USA House, gereja tua di dekat pusat kongres WEF yang menjadi lokasi kegiatan delegasi Amerika Serikat, Bessent melukiskan gambaran ekonomi domestik yang optimistis. Ia menyampaikan pandangan tersebut di hadapan para tamu yang memadati lokasi acara, berbeda dengan sejumlah jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat masih mengkhawatirkan inflasi dan kondisi ekonomi nasional.
“Presiden Trump telah mengantarkan era kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.
“Ini adalah dekade baru kemakmuran ekonomi di mana usaha kecil dan menengah serta industri keuangan akan tumbuh bersama.”
Bessent mengaitkan apa yang ia sebut sebagai “kebangkitan ekonomi bersejarah” dengan dorongan Presiden Donald Trump terhadap kejelasan regulasi, kepastian energi, dan kebijakan pajak. Menurutnya, arah kebijakan tersebut telah memperkuat daya tarik Amerika Serikat sebagai tujuan investasi global.
“Kami menjadikan AS sebagai tempat terbaik untuk datang, membangun, dan mengembangkan bisnis,” ujarnya.
Di sela pidato, Bessent juga memuji fondasi ekonomi Swiss. Ia menilai negara tersebut dapat menjadi contoh bagi perekonomian lain. “Saya pikir ini adalah model yang bagus untuk perekonomian lain karena jika Anda menghabiskan waktu di sini, Anda dapat melihat seperti apa kelas menengah yang makmur itu,” katanya
Isu Greenland Kembali Mencuat
Optimisme ekonomi itu muncul bersamaan dengan laporan mengenai pertukaran pesan teks antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store terkait upaya Amerika Serikat mengambil alih kendali Greenland. Store dilaporkan berupaya menengahi dan menyerukan agar situasi ditangani dengan pendekatan yang lebih tenang.
“Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan delapan perang lebih, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian,” tulis Trump dalam sebuah pesan singkat.
Baca Juga
“Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland.”
Isu Greenland dan penekanan pada kebijakan ekonomi domestik Amerika Serikat diperkirakan akan menjadi landasan pidato Trump di Davos pada Rabu (21/1/2026).
Bessent mengatakan ia menantikan pidato tersebut, yang dinilai akan memberikan arah lebih lanjut mengenai posisi Amerika Serikat di tengah dinamika perdagangan dan geopolitik global.

