Pasar Eropa Mayoritas Menguat, Indeks FTSE 100 Melonjak Setelah Inflasi Inggris Melandai
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa mayoritas menguat pada Rabu (17/12/2025), seiring pelaku pasar bersiap menghadapi rangkaian keputusan bank sentral. Indeks Stoxx 600 pan-Eropa berakhir sedikit di atas level datar, dengan pergerakan sektor yang beragam dan sebagian besar bursa utama berada di zona positif.
Baca Juga
Sentimen Geopolitik Seret Bursa Eropa, Saham Semikonduktor ASMI Anjlok Hampir 5%
Bursa London memimpin penguatan regional, dengan indeks FTSE 100 melonjak 0,9%, dikutip dari CNBC. Kenaikan ini terjadi setelah data menunjukkan inflasi Inggris melandai menjadi 3,2% pada November, turun dari 3,6% pada bulan sebelumnya.
Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BOE) dalam waktu dekat.
Saham sektor jasa keuangan dan pengembang perumahan menjadi pendorong utama reli FTSE 100, seiring meningkatnya optimisme bahwa biaya pinjaman akan turun di tengah pertumbuhan ekonomi yang lesu dan tanda-tanda kenaikan tingkat pengangguran.
Komite kebijakan moneter BOE yang beranggotakan sembilan orang diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% pekan ini.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris jangka 10 tahun terakhir terlihat turun 4 basis poin, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Inggris jangka panjang 30 tahun juga turun 4 basis poin.
Turunnya imbal hasil gilt Inggris mencerminkan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Inggris saat ini memiliki biaya pinjaman jangka panjang tertinggi di antara negara-negara G7, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris jangka 20 dan 30 tahun di atas ambang batas kritis 5%.
Tindakan bank sentral di seluruh Eropa akan tetap menjadi fokus minggu ini, dengan Bank Sentral Eropa juga akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhirnya tahun ini pada hari Kamis.
Meskipun bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 2%, Presiden ECB Christine Lagarde mengisyaratkan kemungkinan akan menaikkan perkiraan pertumbuhan zona euro lagi. Pada bulan September, bank sentral menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB tahunan menjadi 1,2%.
Riksbank dan Norges Bank juga akan mengadakan keputusan kebijakan moneter terakhir mereka untuk tahun 2025 minggu ini.
Di tempat lain, raksasa minuman Diageo mengumumkan bahwa mereka menjual 65% sahamnya di East African Breweries kepada Asahi Holdings Jepang dengan harga sekitar $2,3 miliar. Sahamnya berakhir hari itu turun 0,2%.
Baca Juga
Ekspor Jepang November Melonjak 6,1%, Indeks Nikkei 225 Menguat
Saham AS berada di wilayah negatif tepat sebelum perdagangan tengah hari pada hari Rabu, dengan S&P 500 berada di jalur untuk sesi negatif keempat berturut-turut. Pasar Asia-Pasifik ditutup beragam pada hari Rabu karena investor menganalisis data perdagangan Jepang.

